Bolehkah Qadha Shalat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

ukhti.... Saya dulu sering meninggalkana sholat dengan sengaja karena malas atau banyak kerjaan atau lagi nongkrong dengan teman2... Alhmdulillah saya sekarang sudah taubat dan tidak pernah tinggalkan sholat.tapi saya selalu terpikirkan begitu banyak rakaat yang saya tinggalkan apakah boleh saya qodho tapi saya tidak tau sebanyak berapa rakaat. mohon keterangan nya. terimakasih ukhti smsul anwar
Pekalongan
 ___________________________

Walaikum Salam Warahmatullahi wabarakatuh
Mengqodha sholat merupakan masalah yang diperselisihkan antara para alim ulama. oleh karena itu, marilah kita tinjau secara singkat perbedaan pendapat tersebut:
(1) Jumhur Ulama berpenapat bahwa bagi yang meninggalkan sholat dengan sengaja maka dia telah berdosa besar dan wajib mengqodha shalatnya.
Pendapat ini bedasarkan  hadits Rasululah saw yang diriwayatkan Al-bukhari dan Muslim
: ما رواه البخاري ، ومسلم ، " أن رسول الله صلى الله عليه و آله و سلم قال : من نام عن صلاة أو نسيها ، فليصلها إذا ذكرها
Rasulullah saw bersabda: Barang siapa yang meninggakan shalat karena tidur atau lupa maka hendaknya ia sholat bila ingat. Hadits ini menunjukan bahwa siapa yang meninggalkan shalat dengan uzur maka wajib menggantinya bila mengingatnya. secara tersirat dapat dipahami bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja maka kewajiban menggantinya lebih utama dari pada yang meninggalkannya karena uzur.
Dan sepenggal firman Allah SWT واقم ﺍلصلاة لذكري merupakan perintah bagi yang meninggalkan shalat karena lupa agar segera melaksanakannya. Maka bagi yang meninggalkannya dengan sengaja lebih utama untuk menggantinya Demikian pula firmanNya واقيمو الصلاة . Dalam ayat ini perintah Allah SWT agar mendirikan shalat tidak membedakan antara yang meninggalknnya karena uzur atau dengan sengaja
(2) Al-Hafidz bin Hajar : Hadits Rasulullah SAW adalah hadits yang khusus artinya hadits yang ditujukan hanya bagi yang punya uzur meninggalkan shalat yaitu yang telah ditentukan yaitu karena tidur atau lupa
Demikian telah diuraikan secara singkat mengenai pendapat para ulama . Sekian, Walahu a'lam

Labels: