Selamat Datang Ramadhan

Amirah Nahrawi
_____________Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT pada tahun ini kita semua akan bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan 1429 H. Bulan diwajibkannya puasa dan diturunkannya Al−Quran sebagai hidayah untuk manusia.


Bulan penuh berkah dan rahmat serta bulan pembinaan kaum muslimin menuju derajat takwa. “Hai orang−orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang−orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al Baqarah: 183). Bulan Ramadhan senantiasa datang pada saat yang tepat. Pada saat umat Islam membutuhkan kekuatan iman dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi−kondisi sulit dan berat dalam kehidupan mereka.
Dengan datangnya bulan Ramadhan, Allah SWT memberikan bantuan dan sekaligus hiburan kepada umat Islam dalam menghadapi kondisi berat, sehingga dapat keluar dari permasalahan yang berat dan sulit tersebut.
Memasuki momentum Ramadhan yang sangat baik ini, umat Islam harus mempersiapkan dengan baik sehingga tujuan Ramadhan dapat tercapai, yaitu terealisirnya ketakwaan. Ketakwaan merupakan kunci pembuka pintu rahmat Allah SWT, jalan keluar dan solusi atas segala krisis multidimensional. Puasa di bulan Ramadhan adalah pelatihan dan pendidikan bagi umat muslim yang langsung datang dari Allah yang Maha Mengetahui kemaslahatan mereka. Menahan diri dari makan dan minum dan syahwat di siang hari agar terlatih untuk menahan diri dari nafsu serakah, tamak dan rakus serta menahan diri dari segala kemaksiatan yang dilarang oleh Allah SWT.
Dan puasa di bulan Ramadhan adalah sarana yang paling efektif untuk mendidik manusia menjadi insan yang bertakwa. Sehingga mereka memiliki keberanian untuk merealisasikan Syariah Islam dalam kehidupan pribadi dan sosial. Lalu apa yang harus kita persiapkan untuk memasuki bulan Ramadhan, agar Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun lalu, diantaranya:
Pertama, memperkuat kerinduan dan kecintaan terhadap bulan suci Ramadhan dan rasa harap untuk dapat menikmati keutamaannya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik berkata: Rasulullah saw. jika sudah masuk bulan Rajab senantiasa berdoa: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan” (HR At−Tirmidzi dan Ad−Darimi).
Kedua, menyiapkan diri dengan baik, persiapan hati, persiapan akal dan persiapan fisik. Persiapan hati dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al−Quran, shaum sunnah, dzikir, doa, dan lainnya.
Persiapan akal dengan mendalami ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Dan persiapan fisik dengan menjaga kesehatan, kebersihan rumah dan lingkungan. Dan juga menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan serta ibadah lainnya.
Ketiga, merencanakan peningkatan prestasi ibadah pada bulan Ramadhan tahun ini dari tahun lalu, baik perencanaan yang bersifat umum maupun perencanaan bersifat rinci. Seperti peningkatan dalam tilawah, hafalan, pemahaman dan pengamalan Al−Quran.
Keempat, mengutamakan ukhuwah Islamiyah serta persatuan umat Islam dan mengsisi ibadah Ramadhan dengan tetap komitmen pada Al−Quran dan Sunnah. Karena ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam jauh lebih penting dari ibadah−ibadah sunnah dan perbedaan pendapat tetapi menimbulkan perpecahan.
Kelima, melaksanakan ibadah puasa (shaum) dengan hati yang ikhlas dan memperhatikan segala adab serta sunnah−sunnahnya. Menghiasi Ramadhan dengan shalat tarawih, tilawah Al Qur−an, memperbanyak dzikir dan doa, membayar zakat, infak dan melakukan I’tikaaf pada sepuluh hari terakhir (asyrul awakhir).
Keenam, menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat), dengan memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak−hak mereka.
Ketujuh, menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah dan Syahrud Dakwah (Bulan Pendidikan dan Dakwah). Diantara ciri khas bulan Ramadhan adalah tumbuh suburnya suasana ke−Islaman disemua tempat. Umat Islam mempunyai kesempatan lebih banyak untuk beribadah. Puasa merupakan sarana yang sangat efektif untuk menahan segala kecenderungan negatif dan memotivasi untuk melakukan semua bentuk kebaikan. Sehingga peluang tarbiyah dan dawah di bulan Ramadhan lebih terbuka dan lebih luas.
Kedelapan, mengambil keberkahan Ramadhan semaksimal mungkin, termasuk dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan pemberdayaan umat, dengan melakukan aktifitas positif, seperti; bazar amal, membuka pasar−pasar alternatif, penggalangan dana, penumbuhan produk pribumi, peningkatan investasi sesama umat Islam, memunculkan kreatifitas di bidang seni budaya, dan lainnya. Kesempatan datangnya Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri sehingga perubahan−perubahan yang diharapkan dapat berlangsung dengan baik. Semoga Allah SWT senantiasa menerima shaum dan amal shaleh lainnya Dengan Ramadhan, mari kita bangkitkan semangat beribadah kita sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera. Wallahu’alam.

Labels: