Fatwa Bunga Bank Berdampak Pengembangan Bisnis Bank Syariah

Fatwa bunga bank haram bagi umat Islam yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia dan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah....dirasakan memiliki pengaruh besar bagi pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia. Bahkan fatwa tersebut ditengarai memiliki pengaruh dalam kenaikan aset bank syariah.

Demikian pernyataan Eriandi, Direktur Bisnis Bank Syariah Bukopin (BSB) saat berbicara dalam acara dialog Implikasi Fatwa Bunga Bank Terhadap Perbankan Syariah di FX Plaza, Jakarta, Selasa kemarin (27/4).

Eriandi menambahkan, fatwa bunga bank terhadap perbankan syariah memiliki implikasi terhadap animo masyarakat untuk memilih bank syariah. Hal ini seperti yang terjadi di Muhammadiyah, setelah Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bunga bank haram, hingga saat ini terjadi perubahan derastis dimana rekening di seluruh badan amal usaha Muhammadiyah yang ada selama ini telah berganti menjadi rekening bank syariah.

”Bahkan mereka sudah banyak melakukan interaksi dengan bank syariah dalam bentuk berbagai macam pembiayaan. Jadi menurut kami—implikasi fatwa tersebut memiliki dampak pada masyarakat,”ujarnya.

Dirasakan oleh Direktur BSB tersebut, dampak dari fatwa tersebut hingga kini belum begitu maksimal dengan mendorong semua umat Islam berpindah ke bank syariah terbukti share market yang ada masih dibawah 3 persen.

Semua itu ada permasalahan yang selama ini dihadapi oleh mereka, yaitu terkait dengan pelayanan perbankan syariah yang terbatas, hal ini bisa dilihat dari outlet-outlet yang dimiliki bank syariah sangat terbatas, realitas ini memberikan permasalahan bagi mereka dalam berinteraksi dengan bank syariah.

Bagaimana pengaruh fatwa tersebut bagi bisnis BSB? Eriandi mengatakan ada dampak pengaruhnya, hal ini nampak pada jumlah aset BSB di tahun 2008 dengan jumlah Rp 66 miliar pada tahun 2009 aset BSB mendekati Rp 2 triliun dengan demikian ada pengaruhnya fatwa tersebut

Sumber: pkesinteraktif.com

Labels: