Tiga Sifat Tercela

Oleh: Zarkasih.
Sifat tercela, jika dilihat dari kacamata agama sbenarnya cukup banyak yang dapat dilihat kehadirannya dalam diri manusia. Di antara sekian banyak sifat tercela tersebut, ada tiga macam sifat...tercela yang sangat berbahaya, karena dapat menggerogoti iman si penderitanya. Ketiga sifat tercela itu adalah sombong, riya’ dan dengki.

Sifat sombong atau takabur selalu menganggap dirinya memiliki kelebihan, keistimewaan, keunggulan dan kemuliaan dari orang lain. Akibat dari sifat sombong ini adalah menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya. Allah SwT sangat membenci makhluk-Nya yang memunculkan sifat sombong. Allah SwT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An-Nisaa’ [4]: 36).

Kesombongan adalah sifat mutlak Allah yang tidak dibenarkan untuk dimiliki oleh selain-Nya. Manusia yang menyombongkan diri berarti telah merampas sifat mutlak Allah. Ia telah berusaha menyamai Allah yang Maha Kuasa.

Sedangkan sifat riya’ adalah lawan dari sifat ikhlas, yaitu mengerjakan suatu amalan - khususnya ibadah - agar orang lain melihatnya dan memberikan pujian. Amalan yang dikerjakan tidak lagi diniatkan karena Allah SwT semata, tetapi mengharapkan agar orang lain memberikan pujian terhadap apa yang dikerjakannya.

Riya’ ini termasuk dari bagian syirik, yaitu syirik kecil (ashghar). Meskipun riya’ ini adalah syirik ashghar, namun tetaplah berdampak besar bagi amalan yang dikerjakan, karena di hadapan Allah SwT, amalan yang dikerjakan karena riya’ tidaklah berharga sedikitpun. Sehingga sia-sialah amalan yang dilakukan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bercerita, “di hari kiamat nanti ada orang yang mati syahid diperintahkan oleh Allah untuk masuk ke neraka. Lalu orang itu protes, ‘Wahai Tuhanku, aku ini telah mati syahid dalam perjuangan membela agama-Mu, mengapa aku dimasukkan ke neraka?’ Allah menjawab, ‘kamu berdusta dalam berjuang. Kamu hanya ingin mendapatkan pujian dari orang lain, agar dirimu dikatakan sebagai pemberani. Dan apabila pujian itu telah dikatakan oleh mereka, maka itulah sebagai balasan dari perjuanganmu.” Allah SwT berfirman: “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (Al-Furqan [25]: 23).

Abu Hurairah RA juga pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Banyak orang yang berpuasa, namun tidak memperoleh sesuatu dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga, dan banyak pula orang yang melakukan shalat malam yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali tidak tidur semalaman.”

Dengki merupakan salah satu penyakit hati yang harus dihindari. Dengki merujuk kepada kebencian dan kemarahan yang timbul akibat perasaan cemburu atau iri hati yang amat sangat. Ia amat dekat dengan unsur jahat, tidak berkenan, benci dan perasaan dendam yang terpendam.

Ada juga yang memberikan definisi dengki sebagai suatu perbuatan atau tindakan hati yang tidak senang melihat kesenangan (nikmat) orang lain serta berharap agar kesenangan (nikmat) orang lain akan hilang atau lenyap atau pun berpindah tangan kepadanya.

Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, saling memfitnah (untuk suatu persaingan yang tidak sehat), saling membenci, saling memusuhi dan jangan pula saling menelikung transaksi orang lain. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslimnya yang lain, ia tidak menzhaliminya, tidak mempemalukannya, tidak mendustakannya dan tidak pula melecehkannya. Takwa tempatnya adalah di sini – seraya Nabi Saw menunjuk ke dadanya tiga kali. Telah pantas seseorang disebut melakukan kejahatan, karena ia melecehkan saudara muslimnya. Setiap muslim atas sesama muslim yang lain adalah haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).

Siapapun kita, maka harus berupaya untuk menjauhi ketiga sifat tercela ini yang dapat merusak amalan dan menggerogoti keimanan kita. Karena dengan memiliki ketiga sifat tercela ini, pada akhirnya akan merugikan diri sendiri, dan bahkan merugikan orang lain. Semoga Allah selalu memberikan pertolongan dan petunjuk-Nya agar kita terhindar dari ketiga sifat tercela tersebut. Wallaahu a’lam.

Labels: