Dimana Otakmu ibu? Dimana Otakmu ayah?

Judulnya memang kasar tapi tidak ada kata lain yang bisa mengungkapkan kekesalan dan kecemasanku akan ummat ini...Bocah 4 tahun sudah pintar merokok dan berbicara tidak sopan, cara berpakaian yang seronok, cara memegang rokok yang terkesan preman.. APA ITU?

Katanya pergaulan... pergaulan anak yang seperti apa yang mengakibatkan keterpurukan ini?
Katanya teman-teman? Teman anak yang berumur 4 tahun bisa apa, meroko?, berjudi?, minta-minta? Mungkin hanya satu yang belum bisa dilakukan... yaitu –main wanita- “berzina”

Astaghfirullah......

Wahai sang ibu, wahai sang bapak..
Bukankah anak merupakan anugrah adan nikmat serta rezeki dari Tuhanmu? Lalu mengapa anda berdua lalaikan dan abaikan nikmat itu....
Tidakkah anda berfikir, tidakkah anda berakal? Berapa banyak pasangan yang mendampakan anugrah yang telah anda dapatkan, namun anda abaikan.... sayang

Wahai sang ibu....
Bukankah dalam hadits disebutkan bahwa surga dibawah telapak kaki ibu? Lalu apakah engkau pantas menginjaknya???????????

Wahai sang ayah..
Bukankah engkau dijadikan imam dan pemimpin bagi keluarga, jawaban apakah yang akan engkau jawab ketika ditanya oleh Tuhanmu, apa yang telah engkau ajarkan kepada anakmu?

Wahai sang ibu...
Bukankah Tuhan memerintahkan anak untuk mengabdi padamu.. bahkan dalam beberapa hadits engkaulah yang disebut hingga tiga kali.... lalu, apakah engkau pantas untuk mendapatkannya, sedangkan tidak kau tanamkan dalam jiwa anakmu....? anak seperti apa yang akan merawat dan mengabdi padamu?

Wahai sang ayah
Dimanakah engkau ketika mengetahui keadaan anakmu? Dimana tanggungjawabmu, wahai imam, apakah masih pantas engkau dijadikan imam? Panutan macam apa engkau ini? Anak macam apa yang ingin kau sumbangkan kepada ummat?

Wahai sang ibu
Bukankah engkau diumpamakan seperti sekolah yang mendidik generasi? Bukankah engkau diberikan keutamaan dan drajat tinggi? Sekolah macam apa yang anda perlakukan? dan ajaran apakah yang engkau ajarkan?

Wahai sang ayah
Bukankah tuhanmu telah mengingatkan agar jangan meninggalkan keturunan yang lemah? Apakah ini keturunan yang akan engkau banggakan?

Wahai ibu, wahai ayah
“sesungguhnya aku-anak- adalah anugrah oleh tuhanmu. Aku adalah amanah yang akan dipertanggung jawabkan olehmu. Aku adalah cermin orangtuaku. Bila mereka buruk maka buruk pula diriku, dan bila mereka baik, maka baik pula diriku”

SADARLAH wahai ibu dan ayahku

Amirah Nahrawi

Labels: