Visitor No

dreamweaver statistics

Siapakah sebenarnya al-asya'irah?


Oleh: Amirah A. Nahrawi

Banyak diantara kalangan muslimin yang tidak mengenal lagi bahkan melupakan istilah asya'irah tersebut. Hal demikian wajar saja mengingat banyaknya para perombak akidah yang telah menggunakan istilah asya'irah untuk memporaporandakan pondasi islam dan ahlussunnah yang demikian utuh dan kuatnya.

Patut diakui bahwa usaha keras para perombak tersebut telah berhasil memecah belah kaum muslimin bahkan  menanamkan kecurigaan dan keraguan dalam tubuh ahlussunnah.




Marilah kita urai kembali siapaah yang dimaksud dengan asya'irah, apakah mereka adalah golongan sesat atau siapakah mereka  sebenarnya?



Al-Asya'irah adalah para ahli ushuluddin, mereka telah menjadi  pilar dan rujukan bagi para ulama generasi berikut hingga kini.sebagaimana dikutip dalam kitab al-Fatawi, Ibnu taimiyah Juz 4, "para fuqaha adalah pilar ulumuddin (ilmu agama) dan para asya'irah adalah pilar Ushuluddin (ilmu ushuluddin).



Al-Asya'irah adalah para muhaditsin (perawi hadis), ahli hadits, dan ahli tafsir.Mereka adalah para pilar yang telah mengembangkan dan menerangi dunia dengan ilmu hingga menjadi rujukan bagi ummat Islam didunia.



Untuk lebih mengingat siapakah mereka, maka marilah kita sebutkan beberapa pilar  diantara  mereka :


1. Syaikhul Islam Ahmad bin Hajar al-'Asqalani, pengarang kitabFathul Bari 'ala syarh al-Bukhari.


2. Imam Nawawi yang dikenal dengan kitabnya syarh shohiha Muslim

3. Ibnu Hajar al-Haithami pengarang kitab Az-Zawajir 'an iqtiraf Al-Kabair


4. Syaikh Zakaria al-Anshory, beliau adalah ahli hadits yang telah mencetak banyak ulama hadits


5. Imam Abu Bakar al-Baqelani


6. Imam al-'Asqalani


7. Imam asy-Syirbini


8. Abu Hayyan at-Tauhidi pengarang kitab tafsir al-Bahrul Muhith


9. Imam Ibnu Juzay pengarang kitab at-Tashil fi Ulumittanzil




Dan masih banyak ulama dan ahli Ushuluddin yang tidak dapat disebutkan, dikarenakan begitu banyaknya mereka..




Imam az-Zuhary mengatakan: Sesungguhnya ilmu adalah bagian agama yang sangat penting, maka hendaklah diteliti terlebih dahulu darimanakah asal dan qualitas para  pengajar ilmu tersebut [mafahim yajibu an tushahah, Muhammad Alwi al-Maliki]



Bukankah mereka adalah pilar ahlussunnah yang telah mengembangkan ilmu dan menyusun , menyaring segala  dustaan serta membersihkan aqidah dari berbagai macam kenistaan?

Sekian, wallahu A'lam