Imlek dan pemandangan indah


Oleh: Amirah Nahrawi
Hari ini merupakan hari perayaan tahun baru imlek, namun bukan itu pokok pembahasan yang menarik hati untuk dibahas bersama teman-teman.
Pemandangan indah yang terlihat saat pembagian ampau adalah inti dari pembahasan ini.

  



Satu pertanyaan yang menarik bagi saya pribadi, mengapa pada saat pembagian ampau, para miskin yang berkumpul menanti giliran begitu tertata rapi?akan tetapi ketika pembagian zakat atau sadaqah para miskin yang menanti tidak dapat tertata dengan rapi dan tertib? 


Kejadian yang terjadi pada saat pembagian zakat, dimana para miskin berebut giliran hingga menimbulkan kekacauan dan bahkan banyak diantaranya yang jatuh korban akibat desakan kiri kanan.


Beberapa kejadian yang sama telah diberitakan kekacauannya di layar TV, bahkan aparat tidak dapat membendung dan menertibkan para miskin itu.

Terusik saya sebagai seorang muslim untuk bertanya kepada teman-teman mengenai kejadian tersebut, aparat, politikus, pengamat.. Namun saya tidak mendapatkan jawaban yang menenangkan hati.


kecemburuan islamiku semakin berkobar ketika saya melihat dan mengamati acara pembagian ampau hari ini, tidak ada satupun stasiun TV yang memberitakan adanya kekacauan dan korban yang berjatuhan .


Mengapa?


Bukankah mereka sama-sama orang miskin yang menanti giliran?.. Namun mengapa kita sebagai orang Islam tidak dapat menertibkan acara pembagian zakat, sadaqah, dll pada moment-moment Islami?


Patut di ajukan jempol dan memberi kehormatan kepada orang cina dalam hal ini, begitu indah ketertiban dan penguasaan lokasi serta acara yang dijalankannya.


seyogianya kita belajar pada mereka, dimanakah letak kelemahan atau kesalahan kita dalam masalah ini.


Belajar bukanlah hal yang memalukan, bahkan rasulullah saw telah memerintahkan dan menganjurkan ummatnya untuk belajar bahkan ke negeri cina, dan inilah salah satu bukti hadits rasul saw yang terealisasi pada masalah kecil seperti ini.


Marilah kita mengintrospeksi diri bersama, insya allah kita akan menjadi ummat yang lebih tertib dan maju dalam berbagai hal.

Sekian , walahu a'lam
 

Labels: