Seberapa kayakah Umar bin al-Khattab?

Oleh: Amirah A.N
----

Selama ini, kita hanya mengetahui  bahwa hanya ada dua  sahabat Rasulullah saw  yang sangat kaya, yaitu Abdurrahman bin Auf dan  Ustman bin Affan.
Namun sebenarnya, sejarah juga sedikit  banyak sepertinya  “mengabaikan” kekayaan yang dipunyai oleh  sahabat-sahabat yang  lain.
Ingatkah kita pada perkataan Umar bin Khattab bahwasanya  ia tidak dapat  mengalahkan amal sholeh Abu Bakar? Itu artinya, siapapun tidak dapat  menandingi  jumlah sedekah dan infaqnya Abu Bakar As-Shiddiq.
Lantas, bagaimana dengan kekayaan Umar  bin Khattab ?
Khalifah setelah Abu Bakar itu dikenal sangat sederhana.  Tidur siangnya  beralaskan tikar dan batu bata di bawah pohon kurma, dan iapun  hampir tidak pernah  makan hingga  kenyang, serta selalu menghormati dan  menjaga perasaan rakyatnya. Padahal, Umar ra  adalah sahabat dan khalifah yang   sangat kaya.
 Ketika wafat, Umar bin Khattab ra  meninggalkan ladang pertanian  sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga satu  ladangnya  sebesar Rp 160  juta—perkiraan konversi ke dalam rupiah.

Hal demikian menerangkan bahwasanya ia ra meninggalkan  warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Dimana setiap tahun, rata-rata  ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta, artinya bahwa  Umar  ra mendapatkan  penghasilan Rp 2,8  Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar sebulan.
Khalifah Umar ra memiliki 70.000 properti. Iapun  selalu  menganjurkan kepada para pejabatnya agar tidak   menghabiskan gajinya untuk  konsumsi melainkan disisakan untuk membeli properti, tentunya nasehat Umar ra ini bertujuan agar pejabatnya tidak selalu menghambur-hamburkan uang hanya untuk kesenangan dan konsumsi belaka.  
Namun begitulah Umar. Ia tetap saja  sangat berhati-hati.  Harta kekayaannyapun ia pergunakan untuk kepentingan  dakwah dan kesejahteraan ummat. Tidak sedikitpun Umar menyombongkan diri dan mempergunakannya kekayaannya itu untuk sesuatu yang
mewah dan berlebihan.
Menjelang akhir kepemimpinan Umarra,  Ustman bin Affan pernah  mengatakan: “Sesungguhnya, sikapmu telah sangat  memberatkan siapapun  khalifah yang akan menjadi penggantimu kelak.”
Subhanallah! Semoga kita  dapat  meneladani  Umar bin Khattab ra dalam kebijaksanaan, kesederhanaan, tawadu’ dan ketegsan serta kelembutannya dalam membina dan memperhatikan rakyatnya . 
sekian, walahu A'lam







Labels: