Hak dan bukan Hak


Oleh: Amirah A.Nahrawi
----

Dalam islam banyak etika dan akhlak yang dapat menjadikan kita sebagai tauladan dan contoh baik bagi semua orang yang mengenal kita.

 

Muamalah dalam islam merupakan muamalah yang beretika tinggi, menjunjung tinggi hak dan kewajiban individu, bukan hanya individu muslim saja bahkan hak non muslimpun sangat dijaga dan dihormati.
Rasulullah saw telah mencontohkan bagaimana akhlak dapat menarik simpati dan meluluhkan hati orang-orang sekitarnya dengan cara langsung maupun tidak langsung. Beliau telah mengajarkan pula mana hak dan  bukan hak bagi seorang muslim dalam bermuamalah sesama manusia [hablun minanas]..
Namun sangat disayangkan  pada masa kini banyak atau dapat dikatakan sebagian besar muslim tidak memperhatikan, memperdulikan, bahkan menganggap remeh hak individu lain   dalam bermuamalah satu sama lain.
Beberapa contoh akan diutarakan, semoga dapat membuat kita sedikit berfikir dan merenungkan akan hak kita dan hak orang lain, antara lain:
1. Seorang muslim yang memarkir kendaraannya sembarangan tanpa memperdulikan pengendara mobil lain dan bahkan menganggap remeh amarah orang lain, apakah hal demikian merupakan hak?, hanya karena besandara kepada kedudukannya atau martabat tinggi dunia yang dia miliki? Atau mungki ia berpikir bahwa apa yang telah dilakukannya tidak  mengganggu?
2. Seorang muslim yang belok tiba-tiba tanpa memberi aba-aba atau lampu kepada pengendara kendaraan setelahnya,kemudian bila terjadi kecelakaan, murkalah ia seakan-akan dia yang dizalimi, bukankah ia yang telah memulai kezaliman dan kekacauan itu?
3. Seorang muslim yang menggelar barang dagangannya dijalan sehingga mengambil cukup banyak tempat dan membuat jalan menjadi sempit, hal demikian berakibat tersendatnya jalan, dan apabila barang dagangannya disentuh dengan tidak sengaja oleh kendaraan yang hendak melewati jalan tersebut namun terhimpit, kiamatlah dunia, seakan-akan ia adalah orang yang sangat tersiksa dan teraniaya. Bukankah ia yang membiarkan dagangannya melampaui batas jalan dan tidak memperdulikan hak pengendara yang hendak lewat?
4. Seorang muslim yang bertamu dirumah Allah (masjid) kemudian meninggalkannya  kotor dan pergi begitu saja tanpa rasa berdosa, tidakkah dia malu kepadaNya? sedangkan kalau ia kedatangan tamu semacam itu ia akan marah dan tidak sudi menerima tamu tersebut lagi.
5. Seorang muslim yang menyamak kulit hasil kurban depan rumahnya, namun menggunakan sebagian jalan untuk kepentingannya tanpa menghiraukan pejalan kaki ataupun pengendara kendaraan. Apakah dengan bersandarkan kepada pekerjaan yang sedang diselesaikannya maka ia berhak mengambil fasilitas umum seakan-akan milik dia?
6. Seorang muslim yang menggunakan jalan umum alias menutup jalan demi perayaan pesta pernikahan atau semacamnya. Dimana hal demikian mengganggu kendaraan yang hendak lewat jalan tersebut, atas dasar apakah ia berani menggunakan fasilitas dan hak orang lain ? bukankah bila dimurkai oleh orang yang dizalimi akan diterima oleh allah? Karena sumpah dan do'a seorang muslim yang terzalimi tidak ada penghalangnya dan langsung diterima oleh Allah swt.
7. Seorang muslim yang menutup pintu rumah allah [Masjid] tanpa perduli dengan tamu  yang mungkin  akan lewat dan mampir untuk beribadah, walaupun  jabatannya adalah penjaga masjid tersebut  namun tidakkah  terpikir olehnya bahwa tindakannya akan berakibat fatal, dimana tamu Allah yang hendak shalat tidak dapat memasuki masjid yang telah Allah sediakan baginya untuk beribadah? tidakkah ia mengetahui bahwa Allah sangat murka kepada orang yang menutup jalan bagi orang lain untuk mendekatkan diri kepadaNya? Apa haknya untuk menutup pintu rumah yang tidak ia miliki? sedangkan yang memiliknya (Allah) tidak memerintahkan agar pintunya ditutup, bahkan Ia swt selalu menunggu dan hambaNya yang ingin mendekatkan diri kepadaNya kapan saja dan dimana saja.
 
Sahabat.... Sebenarnya banyak hal-hal kecil yang tidak pdierhatikan oleh kita, namun sangat besar dimata Allah swt, marilah kita mawas diri  agar tidak melakukan hal-hal demikian, karena sesungguhnya Allah sangat benci kezaliman dan orang zalim. Sesungguhnya seorang muslim sejati tidak akan melakukan kezaliman sekecil apapun dengan sengaja kepada sesama manusia, hewan dan tumbuhan.
 
Semoga bermanfaat, Wallahu A'lam

 

Labels: