Al-Wajiz fi Ushulul Fiqhil Islami[-Ahmad al-Najdi Zahw]




Al-Qur'an Mutawatir
Oleh: Amirah Nahrawi
----
Al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada NabiNya Muhammad saw, adapun cara penurunannya telah kita bahas pada pembahasan sebelumnya.
Al-Qur'an merupakan kalamullah yang telah dinukilkan secara mutawatir dari generasi ke generasi hingga terjaga keabsahan dan kemurniannya. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah saw: "Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Zikr[Al-Qur'an] dan Kami pula yang senantiasa menjaganya.

Mutawatir menurut bahasa berasal dari kata al-Witr alias yang bersambung, dan menurut istilah fiqih Mutawatir adalah : hal yang dinukilkan dari sekelompok /generasi ke kelompok/ generasi lain yang tidak ada kemungkinana kerjasama antara mereka untuk menukilkan suatu kebohongan atau pendustaan.

Hal-hal yang berasal dari sumber mutawatir merupakan hal yang telah terjamin keabsahan dan kemurniannya.
Apakah penyebabnya al-Qur'an tidak dikumpulkan dan disatukan sebagai satu kitab yang utuh sejak masa raslullah saw?

jawabannya adalah: pada masa rasulullah al-Qur'an masih mengalami berubahan alias ayat baru yang menghapus hukum ayat lama atau nasakh mansukh. hal demikian menjad alasan kuat mengapa al-Qur'an belum dibukukan pada masa rasulullah saw.

Akan tetapi setelah wafatnya rasulullah saw, maka pintu nasakh telah tertutup,  semua kertas dan lampiran-lampiran yang berserakan dikumpulkan dan dibukukan hingga menjadi satu kitab yaitu kita yang telah kita kenal dan amalkan hingga saat ini.

kemudian pada masa khalifah 'Utsman, al-Qur'an dinukilkan ulang menggunakan bahasa ejaan arab quraisy [dikenal kini dengan tulisan mushaf 'utsmani] yang bertujuan untuk menghindari perselisihan dalam membacanya dikemudian hari.



Labels: ,