Untuk apa kita hidup?

Oleh: Amirah Ahmad Nahrawi


 
Rutinitas hidup yang kita jalani terkadang menjebak kita yang membuat kita berfikir bahwa hidup ini ibarat putaran atau siklus tiada henti. Dan seakan-akan hidup ini hanya satu kesamaan dengan yang lain. Maksudnya ketika lahir, kemudian sekolah, kawin, punya anak, tua kemudian menunggu ajal. Setidaknya seperti itu yang selama ini kita jalan.

Mencari Jawaban

Sulit sekali bagi kita jika hanya mengandalkan logika untuk menemukan jawaban amengapa dan apa sebenarnya  kehidupan kita. Namun jawaban yang tepat dapat kita temukan jika kita  menyadari siapa yang menciptakan kehidupan dunia dan seisinya. Dalam salah satu ayat dari surat Adz-Dzariat .ayat 56 :
وماخلقت الجن والإنس إلا ليعبدون


‘Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi dan menyembah kepada-Ku .” 

Ternyata pertanyaan diatas  telah dijelaskan Allah Swt yaitu bahwa Tujuan utama hidup didunia ini adalah untuk menyembah dan mengabdi kepadaNya , bukan sekedar untuk hidup kemudian menghabiskan jatah umur lalu mati, dengan anggapan bahwa inilah dunia dan inilah sunatullah bagi kita. 

Akan tetapi Allah swt mengingatkan pula dalam Surat Al-Mu'minun (23) : 115  

افحسبتم انما خلقناكم عبثا وأنكم إلينا لاترجعون


“Apakah kau (manusia) menyangka bahwa Aku ciptakan kamu dengan main-main dan (kau kira) kamu tidak akan dikembalikan kepada KU?” 


Dari dua ayat di atas, dengan mudah kita bisa mendapat pencerahan bahwa eksistensi kita di dunia adalah untuk melaksanakan ibadah / menyembah kepada Allah Swt serta menjadi khalifah yang baik dimuka bumi ini, dan tentu saja semua yang berlaku bagi kita selama ini bukan sesuatu yang tidak ada artinya alias sia-sia, sekecil apapun  yang kita lakukan akan mencapatkan balasan dari Yang Maha Pembalas segala perbuatan, baik itu kebaikan ataupun keburukan yang akan kita tinggalkan.

Kehadiran manusia ke bumi melalui proses kelahiran , sedangkan kematian sebagai pertanda habisnya kesempatan hidup di dunia dan selanjutnya kembali menghadap Allah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya semasa hidup di dunia.

Semoga kiranya kita menjadi orang-orang yang diterima dan diridho'i oleh Allah swt. 
 
Sekian, Wallahu A'lam


Labels: