Shalat dan Koran

Oleh: Amirah A.Nahrawi
-----
Shalat Ied. Seperti waktu-waktu sebelumnya, koran-koran bekas alas sajadah kembali berserakan. Kebanyakan orang membiarkan begitu saja koran-koran itu. Mungkin mereka berpikir, bahwa nanti akan ada pemulung yang mengumpulkannya.
Tapi yang dapat dibaca dengan jelas adalah betapa lemah rasa tanggung jawab dari sebagian besar kita.
Kelemahan yang tercerminkan dari prilaku sebagian besar ummat Islam, selain rasa tanggung jawab yang pudar dan musnah, ketidakbersihan pula menjadi cermin yang tidak dapat dielakkan dari pemandangan indah itu.
Ummat yang seharusnya menjadi contoh kebersihan dan tanggung jawab yang tinggi, menjunjung dan mengikuti segala sunnah rasulullah saw.
Bagaimana bisa kita menyusun sebuah bangunan bangsa yang besar dan megah, sementara untuk soal-soal sekecil ini saja tidak kita perhatikan hingga menjadi kebiasaan dan pemandangan indah setiap tahunnya?.
Tahun-tahun berlalu, koran-koran tetap berserakan, rasa tak bertanggung jawab dengan gamblang dipamerkan, tanpa rasa malu ataupun berdosa.
Itukah Islam yang sebagian besar kita anut, alias Islam yang saling bertentangan? dimana sebagian kita mengerjakan shalat, akan tetapi meninggalkan bekas dan kotoran ditempat shalat dan bukan membersihkannya, mengajarkan anak-anak kita untuk bertanggung jawab, akan tetapi disisi lain mencontohkan kepada mereka keburukan dan ketidak perdulian.
Apakah setelah semua itu, masihkah sebagian besar kita berharap mendidik anaknya dengan baik? hingga menjadi banggaan orang tuanya? bagaimana mungkin sedangkan apa yang mereka lakukan tidak mencerminkan kata-kata didikan mereka sendiri?
Bukankah seharusnya sebagian besar kita menilai dan mengawasi setiap prilaku mereka, agar perkataan dan perbuatan mereka dapat mencerminkan bertanggung jawaban yang kemudian akan tertanam secara tidak langsung pada diri anak-anak mereka?
Bukankah rasulullah saw memiliki 3 cara untuk berda'wah? dan diantara cara beliau itu adalah dengan perbuatan? lalu... dimanakah ummat ini? sampai kapan pandai bicara namun tidak pandai bertindak ?
Semoga ada yang perduli.......




Labels: