Visitor No

dreamweaver statistics

Makna dibalik Qurban

Oleh : Amirah A.N
-----
Dari Jundub r.a. :Rasulullah saw melaksanakan shalat (idulAdha) di hari penyembelihan, lalu beliau menyembelih, kemudian beliau bersabda:”Barangsiapa menyembelih sebelum shalat maka hendaknyha ia mengulangi penyembelihan sebagai ganti, barangsiapa yang belum menyembelih maka hendaklah ia menyembelih dengan menyebut nama Allah”. (H.R. Bukhari dan Muslim).


‘Aisyah ra juga  menceritakan bahwasanya rasulullah saw bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (berqurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim)
Abu Hurairah berkata:Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah, Al Hakim)
Hadist Barra’ bin ‘Azib, Rasulullah s.a.w. bersabda:”Pekerjaan yang kita mulai lakukan di hari ini (Idul Adha) adalah shalat lalu kita pulang dan menyembelih, barangsiapa melakukannya maka telah sesuai dengan ajaran kami, dan barangsiapa memulai dengan menyembelih maka sesungguhnya itu adalah daging yang ia persembahkan untuk keluarganya dan tidak ada kaitannya dengan ibadah”(H.R. Muslim).
“Rasulullah saw melakukan qurban dengan dua ekor kambing putih kehitaman yang bertanduk. Beliau sembelih sendiri dengan tangannya. Beliau membaca basmalah, bertakbir, dan meletakkan kakinya di sisi leher kambing tersebut.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
“Apabila masuk 10 hari Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian hendak menyembelih qurban maka janganlah dia mengambil (memotong) rambut dan kulitnya sedikitpun.” (HR. Muslim)
Kata Idul Adha artinya kembali kepada semangat berkurban. Berbeda dengan Idul Fitri yang artinya kembali kepada fitrah. Bila Idul Fitri berkaitan dengan ibadah Ramadhan, di mana setiap hamba Allah selama Ramadhan benar-benar disucikan hingga mencapai titik fitrah yang suci, maka dalam Idul Adha tidak demikian.
Idul Adha lebih berupa kesadaran sejarah akan kehambaan yang dicapai nabi Ibrahim dan nabi Ismail as. Karenanya di hari tersebut ibadah yang paling utama adalah menyembelih qurban sebagai bantuan terhadap orang-orang miskin.
Qurban dalam istilah fiqih adalah Udhiyyah yang artinya hewan yang disembelih waktu dhuha, yaitu waktu saat matahari naik.
Secara terminologi udhiyyah adalah hewan sembelihan yang terdiri  dari onta, sapi, kambing pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Jika penyembelihan itu dilakukan sebelum hari raya qurban atau setelah hari tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) maka dianggap sebagai menyembelih biasa, tidak bisa disebut dengan qurban. Sesuai dengan sabda rasulullah saw :
”Pekerjaan yang kita mulai lakukan di hari ini (Idul Adha) adalah shalat lalu kita pulang dan menyembelih, barangsiapa melakukannya maka telah sesuai dengan ajaran kami, dan barangsiapa memulai dengan menyembelih maka sesungguhnya itu adalah daging yang ia persembahkan untuk keluarganya dan tidak ada kaitannya dengan ibadah”(H.R. Muslim).
Jumhur ulama menyatakan bahwa hukum menyembelih hewan adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk melaksanakannya bagi yang memiliki kemampuan. Oleh karena itu, kita dapat melihat hadits-hadits di atas yang menggambarkan betapa menyembelih hewan qurban pada hari raya Idul Adha sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Sampai-sampai jika ada orang yang mampu untuk menyembelih, namun tidak mau melaksanakannya, maka Rasulullah saw memberikan ancaman agar orang tersebut menjauhi tempat-tempat shalat.
Hendaknya hewan yang diqurbankan adalah hewan yang gemuk dan sempurna. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “…barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah maka sesungguhnya itu adalah berasal dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32).
Berdasarkan ayat ini Imam Syafi’i ra berpendapat bahwa orang yang berqurban disunnahkan untuk memilih hewan yang besar dan gemuk. Abu Umamah bin Sahl mengatakan, “Dahulu kami di Madinah biasa memilih hewan yang gemuk untuk qurban. Dan memang kebiasaan kaum muslimin ketika itu adalah berqurban dengan hewan yang gemuk-gemuk.” (HR. Bukhari secara mu’allaq namun secara tegas dan dimaushulkan oleh Abu Nu’aim dalam Al Mustakhraj, sanadnya hasan)
Adapun keutamaan berqurban, adalah sebagai berkut:
1. Berqurban merupakan syi’ar-syi’ar Allah swt,sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Hajj ayat 36.
2. Berqurban merupakan bagian dari Sunnah Rasulullah saw, sebagaimana telah diuraikan oleh sabda-sabdanya diatas.
3. Berqurban termasuk ibadah yang paling utama. sesuai dengan firman Allah swt: “Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)’.” (Al-An’am: 162-163)
Dan firman-Nya: “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan sembelihlah hewan qurban.” (Al-Kautsar: 2)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra menafsirkan ayat kedua pada surah al-Kautsar bahwasanya “Allah swt memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah swt, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada -Nya , janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”
Shalat yang disandangkan dengan qurban menunjukan betapa tinggi dan mulia serta pentingnya berkurban sebagaimana pentingnya shalat wajib yang telah difardukan oleh Allah swt.
Ibnu Taimiyah mengatakan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat.”
4. Memberikan kebahagiaan kepada para fakir miskin dengan pemberian daging hewan yang telah disembelih. Sebab tidak semua orang mampu makan dengan daging walau adanya di kota besar, masih banyak kawan kita, saudara kita, tetangga kita yang makan daging sebulan sekali. Sehari-harinya hanya makan alakadarnya. Maka dianjurkan sekali bagi orang yang mampu untuk berqurban dengan niat ikhlas kelak dikemudian hari akan mengantarkan kita menuju surga yaitu binatang yang telah kita kurbankan, yang merupakan wujud amal perbuatan kita
Sungguh besar manfaat dan hikmah dari menyembelih hewan qurban ini. Semoga, apa yang telah dilaksanakan menjadi amal shalih yang diterima oleh Allah swt.
Sekian, Wallahu a’lam