Syawwal


Oleh: Amirah Nahrawi
Setelah melewati bulan Ramadhan, kita memasuki bulan Syawwal, bulan kesepuluh dalam penanggalan hijriyah. Nyaris tidak ada penyambutan terhadap datangnya bulan ini. Berbeda dengan ketika menyambut Ramadhan, biasanya kita mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan! Tapi untuk bulan Syawwal, tidak pernah kita mendengar orang mengucapkan Marhaban Ya Syawwal... Sedangkan bulan ini merupakan bulan yang penuh keistimewaan dan bulan yang dimuliakan Allah SAW pula. Diantara kemuliaan bulan ini adalah: 



1-Bulan kita kembali kepada kesucian dan kemurnian [Fitrah] : Syawwal adalah bulan kembalinya umat Islam kepada fitrahnya, diampuni semua dosanya, setelah melakukan ibadah Ramadhan sebulan penuh.

Ketibaan Syawwal membawa kemenangan bagi mereka yang berhasil dengan sungguh-sungguh menjalani ibadah puasa sepanjang Ramadan. Ia merupakan lambang kemenangan umat Islam hasil malwan dan memerangi serta menentang musuh  besar kita yaitu hawa nafsa.

2- Bulan Takbir: Tanggal 1 Syawal, Idul Fitri, seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia mengumandangkan takbir. Bulan ini merupakan bulan pertama yang dikumandankan padanya takbir menyambut eid, tentunya bulan keduanya adalah bulan Zul-Hijjah.

Takbir merupakan ungkapan rasa syukur atas keberhasilan ibadah Ramadhan selama sebulan penuh, d teramat tinggi kepada rahmat dan maghfirahNya kepada kita, karena  kemenangan yang diraih itu tidak akan tercapai, kecuali dengan pertolongan-Nya. Maka umat Islam pun memperbanyakkan dzikir, takbir, tahmid, dan tasbih. “"Dan agar kamu membesarkan Allah atas apa-apa yang telah Ia memberi petunjuk kepada kamu, dan agar kamu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan" (QS. Al-Baqarah: 185).

3- Bulan Berkah: Dibandingkan bulan-bulan lainnya, pada bulan inilah umat Islam sangat banyak melakukan silaturahmi , mulai mudik ke kampung halaman, saling bermaafan dengan teman atau tetangga, kirim SMS dan telepon, dan sebagainya. Betapa Syawwal pun menjadi bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan Allah karena umat Islam menguatkan tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.

4- Bulan Ceria: Syawwal adalah bulan penuh ceria. Begitu banyak doa terlempar di udara. Begitu banyak cinta kasih saling diberikan antar seluruh umat manusia. Aura maaf tersebar di seluruh penjuru bumi, nuansa peleburan dosa, nuansa pencarian makna baru dalam hidup.

5- Pelengkap Puasa:  Rasulullah Saw Menganjurkan ummatnya agar berpuasa enam hari pada bulan ini, sebagai penutup puasa Ramadhan, sebagaimana haditsnya SAW:“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringi dengan puasa enam hari bulan Syawwal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh” (H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

“Allah telah melipat gandakan setiap kebaikan dengan sepuluh kali lipat. Puasa bulan Ramadhan setara dengan berpuasa sebanyak sepuluh bulan. Dan puasa enam hari bulan Syawal yang menggenapkannya satu tahun” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah dan dicantumkan dalam Shahih At-Targhib).

6- Bulan Nikah : Syawwal adalah bulan yang baik untuk menikah. Hal ini sekaligus mendobrak khurafat, yakni pemikiran dan tradisi jahiliyah yang tidak mau melakukan pernikahan pada bulan Syawwal karena takut terjadi malapetaka.

Budaya jahiliyah itu muncul disebabkan pada suatu tahun, tepatnya bulan Syawal, Allah SWT menurunkan wabah penyakit, sehingga banyak orang mati termasuk beberapa pasangan pengantin. Maka sejak itu, orang jahiliyah tidak mau melangsungkan pernikahan pada bulan Syawwal.

Khurafat itu didobrak oleh Islam. Rasulullah SAW menunjukkan sendiri bahwa bulan Syawwal merupakan bulan baik untuk menikah. Siti Aisyah RA menegaskan: “Rasulullah SAW menikahi saya pada bulan Syawwal, berkumpul (membina rumah tangga) dengan saya pada bulan Syawwal, maka siapakah dari isteri beliau yang lebih beruntung daripada saya?”. Selain dengan Siti Aisyah, Rasulullah SAW juga menikahi Ummu Salamah RA juga pada bulan Syawwal.

7- Bulan Peningkatan: Inilah keistimewaan bulan Syawwal yang paling utama. Syawwal adalah bulan “peningkatan” kualitas dan kuantitas ibadah. Syawwal sendiri, secara harfiyah, artinya “peningkatan”, yakni peningkatan ibadah sebagai hasil training selama bulan Ramadhan. Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan ini, bukannya malah menurun atau kembali ke “watak” semula yang jauh dari Islam.

8- Bulan Pembuktian Takwa: Inilah makna terpenting pada bulan ini. Setelah Ramadhan berlalu, pada bulan Syawwal-lah “pembuktian” yang haqiqi berhasil atau tidaknya ibadah Ramadhan, utamanya puasa, yang bertujuan meraih derajat takwa. Jika tujuan itu tercapai, sudah tentu seorang Muslim menjadi lebih baik kehidupannya, lebih saleh perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusyu’ ibadahnya, dan seterusnya. Paling tidak, semangat beribadah dan dakwah tidak menurun setelah Ramadhan.
Wallahu a’lam.



Labels: