Langkah dibalik Gempa

Oleh: Amirah Nahrawi

Untuk kesekian kalinya, bangsa ini diuji kembali dengan musibah gempa. Setelah gempa tektonik berkekuatan 7,3 (SR) yang megguncang kota Tasikmalaya, kembali terjadi gempa  berkekuatan yang lebih dahsyat yaitu 7,6 (SR) Sumatera Barat.

Begitu banyak korban yang meninggal, hingga telah melebihi 500 jiwa, belum lagi kota yang hancur lebur mulai rumah-rumah penduduk, sarana kesehatan, sarana ibadah dan sarana lainnya akibat dahsyatnya gempa tersebut.

Belum lagi kerusakan rumah-rumah penduduk, sarana tempat ibadah, sarana transportasi, dan sarana telekomunikasi dan kerusakan-kerusakan lainnya yang dialami masyarakat.


Banyak pendapat dan kritikan yang terlontar sana sini, bnyKita boleh berandai-andai bahwa gempa ini merupakan ujian, peringatan, dan ada pula yang menyatakan sebagai musibah. Entahlah mana yang benar. Hanya Tuhan-lah yang mengetahuinya. Yang pasti, kita harus berupaya banak pula terdengar keluhan dan amarah dari lidah ke lidah, namun hal yang teramat dilupakan disini bahkan kerap kali dijadikan sebagai gantungan atas segala kegagalan dan malapetaka yang menimpa adalah  adalah keimanan.

Allah SWT telah memberikan ciri khas kepada mereka yang beriman kepadaNya dalam ayat 51 Surah at-Taubah sebagai berikut: " Katakanlah  sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah atas kami"

Dalam ayat ini Allah SWT telah memberikan kita petunjuk dan menerangkan ciri orang yang beriman dengan sebenar-benarnya iman, yaitu mereka yang telah meyakini dengan sebenar-benarnya yakin bahwa apapun yang menimpa mereka adalah kehendak dan kekuasaan Allah SWT.

Oleh karena itu, sepatutnya kita berlaku bijaksana terhadap musibah dan ujian yang menimpa negeri ini, sebab indonesia merupakan negara yang rawan gempa, tsunami dll.

Keimanan akan berbuah kesabaran, yang dapat membantu mengatasi [dengan izinNya] segala ujian dan musibah yang menghadang. dengan kesabaran banyak bangsa terlepas dari penjajahan, banyak bangsa bangkit dari keterpurukan, bahkan tidak sedikit pula bangsa yang menjadi bangsa maju dan dihormati oleh bangsa lain. Ujian dari-Nya bukan hanya gempa seperti ini, tetapi bisa berbagai ujian lainnya seperti kelaparan akibat kurangnya makanan, wabah kekeringan, hilangnya harta bahkan nyawa akibat bencana alam, dan sebagainya.

Allah SWT berfirman, "Kami pasti akan menguji kalian dengan sesuatu berupa ketakutan, kelaparan, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu mereka yang jika ditimpa musibah, maka mereka mengucapkan, inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun. (QS al-Baqarah: 155-156)

Kesabaran akan berbuah keberhasilan yaitu dengan melakukan introspeksi diri, dimana kekurangan dan kekhilafan kita sebagai manusia, karena sesungguhnya Allah SWT telah memuliakan kaum Adam sebagai khalifah dimuka bumi ini, maka sepatutnya kita [sebagai khalifah] melakukan introspeksi diri, dimanakah letak kasalahan, kezaliman, kekejaman, kerusakan yang membuahkan penderitaan bagi orang lain.

Dengan ketiga langkah yang akan turut menemani perjalanan hidup seorang mu'min sejati, maka yakinlah bahwa tindak korupsi, kejahatan, kemaksiatan, dan banyak hal lain tidak akan terwujud lagi.

Negara ini akan menjadi negara yang sejahtera, tentram, dan penuh dengan keadilan dalam berbagai aspek manusia [kecuali dengan izinNya akan ditimpa ujian lagi]


Semoga kita dapat menjadikan gempa ini sebagai alat  untuk melihat segala kekurangan  yang kita lakukan dan upayakan selama ini, serta memperbaikinya dengan segera agar peringatan dan ujian dari-Nya benar-benar membawa hikmah terbesar bagi bangsa dan kita semua. Amiin

Labels: