Kabinet Baru?

Oleh : Amirah A. Nahrawi  
 

Tim ekonomi dalam kabinet baru yang telah dilantik hari ini , akan banyak menentukan kemampuan Indonesia dalam mengatasi masalah ekonomi mendatang, serta peran Indonesia di pasar internasional.
Sebagaimana kita ketahui bahwasanya negara ini sangat kaya akan pakar-pakar ekonom  conventional maupun syari'ah, dimana kemampuan mereka tidak dapat diragukan dalam  mengelola ekonomi domestik dengan baik dan mampu berkiprah di tingkat internasional sekalipun.



Seperti kita ketahui bahwa meskipun ada berbagai kemajuan dalam ekonomi, khususnya ekonomi makro, masalah ekonomi mikro ataupun sektor riil masih saja belum dapat diurai dengan baik sampai saat ini. Karena itu kemiskinan dan pengangguran masih tinggi  mencapai 9,2 juta orang yang menganggur dan 14,1 juta orang miskin, hal ini menunjukan bahwa masih banyak saudara kita yang hidupnya sengsara., tidak tersentuh oleh berbagai program pemerintah di era sebelumnya. 

Demikian juga kualitas sumber daya manusia ataupun daya saing internasional masih ketinggalan dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Itu berarti banyak sekali yang perlu dibenahi. Padahal, meskipun tidak berat,dampak krisis ekonomi global telah memukul berbagai kegiatan ekonomi. Ini berarti mengelola ekonomi domestik adalah tidak mudah.Apalagi masyarakat banyak berharap bahwa pemerintah mendatang akan dapat membawa keadilan dan kesejahteraan.

Seperti kita ketahui bahwa keterbatasan APBN dan besarnya utang negara akan membuat kemampuan stimulus fiskal sampai 5 tahun ke depan terbatas. hal ini dapat dilihat dari besarnya hutang negara yang telah mencapai 160 M pada Agustus lalu.

Belum lagi sektor informal perlu banyak dukungan dana agar dapat naik kelas, maju sehingga dapat memberikan kehidupan yang layak bagi orang-orang yang bekerja di dalamnya. Oleh karena itu,anggaran yang dapat digunakan untuk menggerakkan ekonomi (lainnya) akan terbatas. Padahal berbagai infrastruktur ekonomi banyak yang rusak ataupun sudah tidak memadai lagi untuk dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dalam kondisi yang tidak mudah tersebut, krisis ekonomi global meskipun diyakini mulai bottoming out,pemulihannya akan perlu waktu yang lama.

Indonesia adalah  pendiri AFTA , APEC dan menjadi anggota WTO serta G-20 , dimana Indonesia berpotensi memiliki peran yang besar dalam membangun tata ekonomi regional maupun global. Keaktifan Indonesia pada pengambilan keputusan global akan banyak menentukan nasib bangsa ini ke depan karena ekonomi Indonesia terintegrasi dengan ekonomi regional ataupun ekonomi global.

Oleh karena itu, jika Indonesia dapat memanfaatkan berbagai forum internasional tersebut untuk melindungi kepentingan ekonomi nasional kita, hal itu akan dapat membantu pembangunan ekonomi Indonesia. Dengan demikian Indonesia harus dapat memanfaatkan berbagai forum untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Tim ekonomi yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden diharapkan dapat memanfaatkan kekuatan yang kita miliki untuk dapat mengatasi masalah, tantangan, dan ancaman yang ada agar dapat membawa bangsa ini keluar dari keterpurukannya, maju, adil dan sejahtera, serta tidak ketinggalan dari bangsa-bangsa lain.

Labels: