Perbedaan Cahaya Matahari dan Bulan

Allah SWT telah membedakan antara cahay matahari dan cahaya bulan sebagaimana disebutkan pada ayat berikut:
{هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُورًا} Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan cahaya matahari (terang menderang) dan cahaya bulan (terang)

Dalam beberapa kamus bahasa arab tidak ditemukan perbedaan yang spesifik antara cahaya (ضياء) dan cahaya (نور) dikarenakan kamus-kamus tersebut bersandarkan pada kamus berbahasa inggris, yunani dsb. Akan tetapi Allah SWT telah membedakan antara keduanya.Apakah perbedaan itu?
Tentunya dalam mengamati ayat diatas kita harus kembali kepada ayat lain yang membicarakan cahaya bulan dan matahari seperti ayat berikut:
- {وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا} Dan-Allah- menjadikan bulan terang dan matahari terang menyala
- { وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا } Dan Kami –Allah- jadikan (matahari) lampu yang teramat terang (menyala)
Kemudian untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, maka marilah kita kembali kepada ilmu fisika yang dapat mengungkapkan mengenai hal tersebut.
Dalam ilmu fisika kita telah mempelajari dua jenis cahaya yaitu:
(1) Cahaya langsung : yaitu cahaya yang dihasilkan oleh zatnya sendiri
(2) Cahaya tidak langsung : yaitu cahaya yang bersumber dari cahaya lain
Dari ayat-ayat yang telah disebutkan diatas, dan berbedaan cahaya pada ilmu fisika, maka dapat disimbulkan bahwasanya Allah SWT telah membedakan antara cahaya bulan dan cahaya matahari sebelum ilmu fisika itu berada… tapi kita baru menyadarinya ketika mempelajari dan mengamati serta mengembalikan ilmu yang kita peroleh kepada al-Qur’an.
Dalam tatanan bahasa arab kata ضياء adalah tingkatan tertinggi dari cahaya (نور) yang apabila dihubungkan dengan perbedaan yang telah dirumuskan pada ayat diatas dan diterapkan pada ilmu fisika maka akan ditemukan bahwa:
- Matahari sebagai ضياء cahaya yang terang pada zatnya tidak memerlukan bantuan cahaya dari benda lain. Artinya cahaya matahari adalah sumber dari segala cahaya.
- Bulan sebagai نور cahaya yang memerlukan bantuan untuk memantulkan cahaya. Artinya bulan tidak dapat berdiri sendiri atau menghasilkan cahaya dengan sendirinya.
Sungguh besar mu’jizat al-Qur’an yang menerangkan tentang suatu perbedaan dengan menggunakan kata yang tinggi dan halus. Kalaupun al-Qur’an berasal dari Muhammad SAW apakah akan diterangkan dengan keterangan yang teramat tinggi dan elegan ini?
Sekian, Wallahu A’lam
Amirah Nahrawi

Labels: