Mei Impor Dari Cina

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Belakangan ini, banyak ditemukan di pasaran produk mie, khususnya dari Cina. Tapi, mie tersebut belum bersetifikat halal MUI. Sebagai konsumen muslim, bagaimana menyikapi hal tersebut ? Apa sebabnya produsen suatu produk tertentu enggan mengurus sertifikat halal ke MUI? Mohon dijelaskan bagaimana proses pengurusan untuk mendapatkan sertifikasi halal tersebut.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Ibu Lestari
Pejuang Jaya-Bekasi
------------------------------------------
Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Terima kasih atas pertanyaan yang anda ajukan, mengenai makin maraknya produk mie yang diimpor dari luar negeri, kita memang harus berhati-hati, terutama jika belum bersertifikasi halal. Apalagi jika kita tidak tahu, dari bahan apa makanan tersebut dibuat. Oleh sebab itu, bila sesuatu yang akan kita konsumsi tidak jelas status kehalalannya, sebaiknya ditinggalkan karena sesuai dengan prinsip kehati-hatian dalam beragama. Mengenai produsen makanan tertentu yang enggan mengurus sertifikat halal, mungkin hal ini disebabkan faktor konsumennya sendiri yang belum terlalu peduli dengan masalah halal, sehingga tanpa sertifikat halal pun produk mereka dapat tetap dijual dan laku. Padahal, mereka tahu bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam. Di sini mungkin diperlukan semacam kepedulian dari kita masing-masing untuk memperhatikan masalah halal-haram dalam soal makanan yang kita konsumsi.

Mengenai proses permohonan serifikat halal, hal itu sebenarnya sangat mudah. Pertama, mengisi formulir pendaftaran yang disertai dengan dokumen pendukung dari produk yang didaftarkan. Setelah itu, kami akan melaksanakan audit di tempat produksi pemeriksaan ke pabrik, restoran, dan lain-lain, Kemudian dilakukan analisis laboratorium untuk mengetahui secara lebih pasti kandungan bahan pokok dari produk tersebut. Selanjutnya, hasil tes audit dan laboratorium tersebut dibahas dalam rapat auditor dan jika rapat tersebut tidak ada lagi pertanyaan, akan diteruskan ke rapat komisi fatwa MUI untuk menentukan kehalalan produk tersebut. Setelah komisi fatwa MUI menentukan produk tersebut halal, serifikat halalnya dapat dikeluarkan LPPOM MUI. Demikian, semoga dapat memberikan solusi bagi pertanyaan anda.

Wassalam
Salam Halal !
H.Ir.M. Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D
Direktur LPPOM MUI dan President World Halal Council

Labels: