Facebook, Halalkah?

Ass.mbak amirah saya mau sedikit bertanya tentang Internet termasuk di dlm nya fb,netlog,tagget,badoo dll,yg sy dengar di haramkan oleh MUI menurut mbak bgi mana...? krn skrng ini yg sy tau bnyk wanita yg sdh bersuami mengatakan singel parent (janda) bgt juga lelaki sebaliknya, karena saya perhatikan utk peluang perselingkuhan sangat kemungkinan ada,memang mbak tergantung diri kita masing2....mohon penjelasanya ...ya semoga tdk terjadi pd diri saya mbak.

Waalaikum salam Wr Wb
memang internet merupakan dunia luas tanpa batas, sehingga banyak situs-situs bertemanan seperti Facebook, tagged dll yang menjadi populer diseluruh dunia.

Untuk menjawab pertanyaan anda maka yang patut diingat dan digaris bawahi adalah Qaidah (sistem) qiyas dalam Islam... yaitu :
1. Subjek adalah media yang digunakan sebagai qiyas (perbandingan hukum asal)
2. Objek adalah media yang diqiyaskan (dibandingkan) dengan Subject tersebut.

Misal:
Subjek = Babi (hukum asalnya haram) = haram

kemudian bila ditanyakan apakah penggunaan bulu, minyak atau hal lain yang berasal dari babi haram atau tidak.? dapat kita rumuskan dengan metode sebagai berikut

Subjek = Babi = Haram
Object = bulu, minyak dll berasal dari babi = haram

Dengan kata lain, Subjek adalah suatu masalah yang jelas hukumnya, apakah halal atau haram... dalam hal ini, bilamana kita tanyakan apakah situs-situs pertemanan yang belakangan ini ramai diinternet dan sangat merakyat halal atau haram. Maka dapat dijawab dengan metode diatas yaitu:

Subjek = (situs pertemanan) (pertemanan asalnya halal) = Halal
Objek = Facebook, tagged dll = Halal

Kenapa Halal, karena asal dibuatnya situs tersebut adalah untuk pertemanan dan pertemanan bukan merupakan hal yang haram dalam Islam selama kita dapat menjaga diri dan tidak melakukan hal yang dilarang oleh Islam. Hal ini sesuai dengan Fatwa MUI yang telah menetapkan keharaman Facebook, Tagged, dll dalam penggunaannya untuk pelanggaran ajaran Islam.

Artinya sebagaimana anda telah jelaskan bahwa banyak wanita yang mengaku single parent, sedangkan dia masih dalam naungan seorang suami, atau tidak dapat mengontrol waktu penggunaannya, hingga tidak mengindahkan kewajiban lain, seperti kewajiban memberi nafkah lahir bathin pada suami/istri, mengabaikan masuknya waktu shalat, dan penggunaan situs ini sebagai media penyebaran fitnah, pornografi dan hal lainnya.

Namun perlu diingat bahwa sesuatu harus dikembalikan kepada asalnya, sebagai bahan perbandingan anda, kami akan ungkapkan contoh lain....

Subjek = Situs Porno (asal hukumnya haram) = Haram
Objek = menjalin pertemanan melalui situs porno (hanya akan mengakibatkan pertemanan yang pornografi) = haram

Sekian, Walahu 'Alam
Amirah Nahrawi

Labels: