Adab Berdo'a

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Maaf sebelumnya bila saya mengganggu waktu ibadahnya mba Amirah, saya ingin menanyakan suatu hal dalam masalah do'a. saya membaca dalam hadis Bukhari bab shalat Istisqa bahwa Anas mengatakan Rasulullah tidak pernah mengangkat tangan dalam berdoa kecuali saat berdoa meminta hujan.

Bagaimana penjelasan yang dapat mba berikan dan bagaimana adab berdoa yang benar sesuai sunnah karena selama ini saya selalu mengangkat tangan seperti memohon jika berdoa.
Terima kasih, Selamat menunaikan ibadah puasa, salam hormat saya kepada keluarga Wassalam..
Agung Siregar
Jakarta
---------------------------------------------
Assalamu alaikum wr.wb
Terima kasih atas pertanyaannya. Selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga Ramadhan tahun ini membawa rahmah bagi kita sekalian.
selanjutnya mengenai pertanyaan bpk.
"Anas ibn Malik ra. Berkata, “Nabi saw. tidak mengangkat tangannya saat berdoa kecuali saat istisqa. Beliau mengangkat tangan sampai putih ketiaknya terlihat.”
Perkataan Anas ibn Malik di atas tidak berarti bahwa mengangkat tangan saat berdoa dilarang. Sebab, begitu banyak hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw. mengangkat tangan ketika berdoa.
Bahkan Rasulullah saw. bersabda, “Tuhan kalian Maha Pemalu dan Pemurah. Dia malu jika hamba-Nya telah mengangkat tangan berdoa kepada-Nya lalu tidak diberi.” (al-Tirmidzi dan Ibn majah).
Adapun ucapan Anas ra. Bahwa Rasulullah tidak mengangkat tangan ketika berdoa kecuali saat istisqa, dapat diartikan dan dijelaskan sebagai berikut:
  1. Bisa jadi Anas ra tidak melihat Rasulullah saw. berdoa dengan mengangkat tangan di kesempatan yang lain.
  2. Bisa jadi maksudnya Anas tidak pernah melihat Rasulullah saw. mengangkat tangannya sedemikian rupa seperti saat istisqa di mana hal itu ditunjukkan oleh lanjutan riwayatnya: “sampai putih ketiak beliau terlihat.”
Demikian jawaban pertannyaan Bpk yang pertama, selanjutnya mengenai adab berdoa adalah sebagai berikut:
  1. Hendaknya makanan, tempat tinggal, pakaian, serta barang yang dimilikinya adalah halal.
  2. Memanfaatkan waktu-waktu yang mulia: seperti hari Arafah, Ramadan, hari Jumat, Waktu adzan dikomandankan dan waktu sahur.
  3. Memanfaatkan kondisi-kondisi istimewa seperti saat salat, saat hujan dsb.
  4. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan.
  5. Setelah selesai berdoa, mengusap wajah dengan kedua tangan.
  6. Merendahkan suara: tidak keras dan tidak terlalu pelan, dengan kata lain, hendaklah berlaku sopan dengan Allah.
  7. Khusyu dan penuh penghayatan. artinya dengan sepenuh hati dengan yakin bahwa doa tersebut akan dikabul.
  8. Tidak tergesa-gesa dengan merasa doanya lambat dikabul, atau tidak akan dikabulkan
  9. Memulai doa dengan zikir kepada Allah dan salawat kepada Rasul saw. setelah didahului oleh pujian kepada-Nya. Demikian pula saat menutup doa.
  10. Memerhatikan adab batin. Yaitu bertobat, taqarrub kepada-Nya, dan tidak menzalimi manusia
Satu hal yang petut disebutkan, bahwasanya do'a merupakan inti ibadah hamba kepada RabNya, dengan kata lain dapat diartikan bahwa do'a adalah percakapan seorang hamba dengan TuhanNya, dimana ia dapat membuka diri, mengungkapkan segala keluhan, dan kebingungan yang sedang melandanya, seakan Allah sedang berhadapan dengannya. -Walaupun Allah Maha Mengetahui-, akan tetapi Allah sangat mencintai hambaNya yang selalu berbicara denganNya..
Ketika Seorang hamba merasakan kebersamaan Allah dalam setiap detik kehidupannya, maka Allah akan menjadi tempat curhat, tempat kembali, dan tempat bermusyawarah. bukankah hal tersebut merupakan hal terindah yang dapat dirasakan oleh seorang hamba?
Sekian. Wallahu a’lam
Amirah AN

Labels: