TAHUN DELEGASI

Disebut tahun delegasi karena banyaknya delegasi yang berdatangan kepada rasulullah SAW, diantaranya:
1/ Delegasi fazarah
Setelah rasulullah SAW pulang dari Tabuk, mak datanglah delegasi dari Bani Fazarah yang ingin memeluk Islam, diantara orang-orangnya adalah Kharij bin Hishshin, dan al-Hur bin Qais bin Hishshin [dialah yang termuda diantara delegasi itu] .

Ketika mereka sedang menemui rasulullah SAW, dan mengucapkan shahadah, rasulullah SAW bertanya mengenai keadaan negeri mereka. Maka salah satu delegasi menjawab “Wahai rasulullah sesungguhnya negeri kami sedang mengalami masa kemarau dan banyak ternak kami yang mati karena kelaparan, kami harap rasulullah bersedia mendo’akan negeri kami”. Mendengar jawaban mereka, maka rasulullah langsung menuju mimbar dan berdo’a “Ya Allah, siranlah negeri Mu dan binatangMu, serta turunkanah rahmatMu dan hidupkanlah negeriMu yang mati. Wahai Allah, turunkanlah hujan yang lebat atas kami, dan jadikanlah hujan itu segera bermanfaat dan tidak bermadharat. Wahai Allah, siramlah kami dengan rahmatMu tanpa penyiksaan dan kebanjiran, serta tolonglah kami atas musuh-musuh kami. Seketika setelah rasulullah SAW berdo’a maka turun hujan lebat yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Melihat lebatnya hujan yang turun, maka rasulullah SAW berdo’a di atas mimbar “Wahai Allah giringlah hujan ini disekitar kami dan janganlah Engkau jadikan hujan ini bahaya bagi kami. Giringlah hujan ini ke atas bukit dan gunung, ke dalam lembah dan tempat tumbuh-tumbuhan” maka hujan lebat itu berubah menjadi ringan .

2/ Delegasi Asad
Pada permulaan tahun ke-9 H datanglah 10 orang dari Bani Asad mengunjungi rasulullah SAW diantaranya Hadhrami bin ‘Aamer dan Qatadah bin Qaif dan lainnya.

Hadhrami berkata kepada rasulullah SAW “Wahai rasulullah, sesungguhnya kami datang kepadamu dimalam yang gelap gulita ini, dan bukannya engkau yang mengirimkan utusan kepada kami”.
Karena perkataan yang ketus itu, maka Allah SWT langsung menjawab keketusan mereka dengan surah al-Hujrat # 17

“Mereka merasa engkau berhutang budi pada mereka dengan keislaman mereka kepadamu, katakanlah [Muhammad] janganlah kalian merasa member ni’mat dan anugrah dengan keislaman kalian kepadaku, sebenarnya kalianlah yang berhutang budi kepada Allah karena Allahlah yang memberikan ni’mat dengan menunjukkan kalian jalan keimanan jika kalian adalah orang-orang yang benar”

3/Delegasi Murrah
Kemudian datang berkunjung kepada rasulullah SAW delegasi dari Bani Murrah sekitar 13 orang yang dipimpin oleh al-Harits bin ‘Auf. Mereka berkata: “sesungguhnya kami adalah kaummu Muhammad karena kami dari keturunan Bani Luay dan Ghalib” maka rasulullah SAW tersenyum seraya berkata “dimana kalian tinggalkan keluara kalian?” mereka menjawab “di daerah Sullah dan sekitarnya” Rasul SAW kembali bertanya “Bagaimana keadaan negerimu?” mereka menjawab “Demi Allah kami sudah lanjut usia maka do’akanlah kami”. Mendengar jawaban itu rasulullah berdo’a “Wahai Tuhan kami turunkanlah hujan atas negeri mereka” kemudian rasulullah SAW memerintahkan Bilal agar memberikan bantuan kepada mereka. Maka rasulullah SAW memberikan 10 gram Emas dan 10 gram Perak untuk setiap orangnya, dan untuk pemimpinnya [al-Harits] rasulullah SAW memberikan 12 gram Emas dan 12 gram Perak.

4/ Delegasi Tujib
Delegasi Tujib datang berkunjung kepada rasulullah SAW dengan membawa uang zakat harta mereka, rasulullah SAW menerima kedatangan mereka dengan bahagia. Kemudian rasulullah menyambut mereka dengan sambutan yang hangat dan memerintahkan Bilal RA agar menjamu mereka dan memberikan mereka hadiah lebih dari pada delegasi lainnya.
Ketika rasulullah sedang menjamu dan membagikan hadiah beliau SAW bertanya “adakah orang yang tertinggal dari kalian?” mereka menjawab “ada seorang anak yang paling muda usianya” rasulullah memerintahkan untuk didatangkannya anak tersebut, maka datanglah anak itu dan menghadap rasulullah SAW seraya berkata “Akulah anak dari rombongan yang datang menghadapmu tadi, dan engkau wahai rasulullah SAW telah memberikan mereka hadiah, dan aku berharap engkau mau mengabulkan permintaanku” Rasulullah SAW bertanya “Apa hajatmu?” anak itu menjawab “do’akanlah aku kepada tuhan agar mengampuni dosaku dan mengasihi aku dan menjadikan kekayaan ada dalam hatiku” mendengar jawaban yang penuh iman itu rasulullah SAW langsung berdo’a “Wahai Tuhanku ampunilah dosanya, kasihilah dia, dan jadikanlah kekayaan berada dalam hatinya”. Kemudian rasulullah SAW memerntahkan Bilal RA agar memberikan kepada si anak tadi hadiah sebagaimana telah diberikan kepada rombongannya .

Pada Tahun ke-10 rasulullah SAW kembali berjumpa dengan mereka di musim haji, maka rasulullah SAW menanyakan keadaan anak muda itu. Mereka berkata “Kami tidak pernah melihat orang seperti dia yang mencukupi dirinya dengan apa yang telah diberikan oleh Allah kepadanya”.

5/ Delegasi Himyar
Pada tahun ke-9 tapatnya bulan Ramadhan datanglah Malik bin Murarah kepada rasulullah SAW membawa surat dari raja-raja Himyar dimana isi surat tersebut menyatakan keislaman mereka. Rasulullah menyambut baik keislaman mereka dan memerintahkan Bilal RA agar menjamu utusan Himyar dengan baik.

Sekian, Wallahu A’lam

Amirah A.Nahrawi


Labels: