Apakah sebabnya Imam al-Bukhari tidak memulai kitabnya dengan Basmalah dan Hamdalah

Pertanyaan yang patut untuk dibahas adalah mengapa Imam al-Bukhari tidak memulai kitabnya dengan Basmalah dan Hamdalah kepada Allah SWT sebagaimana al-Qur’an dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahim , alhamdulillahi rabil ‘alamin? Sedangkan rasulullah SAW bersabda:
كل أمر ذى بال لايبدأ فيه بالحمد لله فهو اقطع (ابو داود والنسائى وابن ماجه عن ابى هريرة رضى الله عنه)
Setiap perkara yang tidak diawali dengan Alhamdulillah maka perkara itu kurang berkah (HR Abu Daud, annasai, Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA)

Dan dalam hadits lain:
كل أمر ذى بال لايبدأ فيه ببسم الله الرحمن الرحيم أقطع (الحافظ عبد القادر الرهاوى عن كعب بن مالك رضى الله عنه)
Setiap perkara yang tidak diawali dengan bismillahirrahmanirrahim maka perkara tersebut kurang berkah (HR al-Hafidz Abdul Qadir ar-Rahawi dari Ka’b bin Malik)

Ada beberapa pendapat mengenai hal ini yaitu:
Pendapat pertama:
Imam al-Bukhari telah memulai kitabnya dengan basmalah dan hamd akan tetapi para muridnya yang menukilkan kitabnya meninggalkannya. Menurut kami pendapat semacam ini tidak dapat diterima atau dijadikan suatu hujjah karena mengandung tuduhan kepada para penukil kitab imam al-Bukhari tanpa bukti yang jelas, dan mungkin para muridnya memang tidak bersalah.

Pendapat kedua:
Menurut pendapat ini bahwa hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dan Ka’b tidak memenuhi kreteria hadits shahih dalam persyaratan hadits shahih imam al-Bukhari karena itulah beliau meninggalkannya. Pendapat ini pula tidak bisa kami terima karena tidaklah wajar bila imam bukhari tidak mengamalkan suatu hadits shahih walaupun tidak memenuhi persyaratannya.

Pendapat ketiga:
Pendapat ini mengatakan bahwasanya untuk memuja Allah SAW tidak mesti menggunakan Alhamdulillah, atau bismillah akan tetapi dapat dilakukan dengan perkataan lain yang mengandung arti yang lebih tinggi. Kami rasa pendapat inipun tidak merupakan alas an yang kuat bagi imam al-Bukhari agar meninggalkan kata-kata itu, dan perlu diketahui bahwa Alhamdulillah dan bismillah merupakan dua kata yang berbeda dalam arti dan maknanya.

Pendapat kami:
Menurut hemat kami, hadits Abu Hurairah dan Ka’b hanya menyebutkan permulaan suatu perkara dengan basmalah adat hamdalah, akan tetapi kedua hadits itu tidak menyebutkan cara memulainya dengan apa, apakah dengan lisan, tulisan atau dengan keduanya? Artinya kedua hadits ini menganjurkan agar seseorang memulai perkaranya dengan basmalah dan hamdalah dan kembali caranya kepada masing-masing individu. Karena itu kami percaya bahwa imam al-Bukhari telah memulai kitabnya dengan basmalah dan hamdalah walaupun tidak dicantumkan dalam kitabnya.

Patut diketahui pula bahwa bukanlah imam bukhari satu-satunya orang yang tidak mencantumkan basmalah atau hamdalah dalam kirabnya bahkan para ulama banyak yang hanya mencantumkan basmalah tanpa hamdalah dan sebaliknya. Diantaranya Imam al-Muzni di Mukhtasarnya, Imam Malik di Kitabnya, Imam Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, dan imam Abu Daud di Sunannya. Hal ini menunjukkan –wallahu a’lam- bahwa cara tersebut adalah cirri khas pada saat itu.

Sekian walahu a’lam


Amirah A.N

Labels: ,