Tiga Ciri Orang Munafiq


Nifaq dan Dampaknya

قال الامام البخارى رحمه الله حدثنا سليمان ابو الربيع قال: حدثنا اسماعيل بن جعفر قال: حدثنا نافع بن مالك بن ابى عامر ابو سهيل عن ابيه عن أبى هريرة عن النبى صلى الله عليه وسلم قال: آية المنافق ثلاث إذا حدث كذب واذا وعد اخلف واذا ائتمن خان

Imam al-Bukhari berkata: kami diceritakan dari Sulaiman bin ar-Rabi' dari Ismail bin Ja'far berkata: diceritakan oleh Nafi' bin Malik bin Abi 'Aamer Abu Suhail dari ayahnya dari Abi Hurairah ra dari Rasulullah SAW bersabda: Ciri-ciri orang munafiq ada tiga yaitu: bila ia berbicara ia selalu berdusta, bila berjanji selalu tidak ditetapi, dan apabila ia dipercaya selalu ia khianati.

Ketrangan Rawi
1) Sulaiman bin Abu ar-Rabi' bin Daud az-Zahrani al-Bishri: seorang ahli hadits yang tinggal di Baghdad, haditsnya banyak diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, Abu Zur'ah dan Abu Hatem sedangkan an-Nassai meriwayatkan haditsnya melalui perantara. wafat di Bashrah pada tahun 234H.
2) Isma'il bin Ja'far bin Abi Katsir Abu Ibrahim al-Anshari: ia mendengar hadits dari Abu Suhail, Abdullah bin Dinar dll. dilahirkan di Madinah dan besar di Baghdad. wafat pada tahun 180H
3) Abu Suhail nafi' bin Malik bin Abi 'Aamer al-Ashbuhi at-Taimi al-Madani: ia mendengar hadits dari ayahnya 'Umar bin Abi 'Abdul 'Aziz, Ibnu Musayyab. wafat setelah tahun 140H
4) Abi Anas Malik bin Abu 'Aamer : ia adalah kakek Imam Malik bin Anas: ia meriwayatkan hadits dari 'Umar bin Khattab, 'Utsman bin Affan dll. wafat pada tahun 74H menurut pendapat yang shahih.
5) Abu Hurairah RA:

Keterangan Teks

Walahpun hadits ini terlihat singkat, namum memiliki makna yang amat besar dan luas, dimana hadits-hadits sebelumnya membicarakan iman dan cara memperkuat iman kita, maka hadits ini membicarakan penyakit ummat atau dengan kata lain hadits ini menyangkut masalah islam dan iman sebagaiman penyakit masyarakat lahiriyah lainnya seperti flu burung, flu babi, dll yang hingga kini belum ditemukan obat yang efektif untuk memberantasnya, hanya yang dapat dilakukan adalah langkah-langkah pencegahan. sama halnya dengan nifaq/ orang munafiq, yang merupakan penyakit masyarakat yang hingga kinipun belum menemukan obat yang efektif untuk memberantasnya terlebih lagi bila diingat bahwa nifaq ini adalah penyakit bathin yang tidak terlihat secara langsung, artinya tidak mudah untuk mengenali ular berkepala dua ini dalam masyarakat melainkan dengan ciri-ciri khusus yang telah digariskan oleh rasulullah SAW.
sebagaiman penyakit lahiriyah tadi telah dilakukan pencegahan, maka penyakit inipun ketika terlihat ciri-cirinya maka dengan segera harus melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak menyebar dan membahayakan ummat Islam.

Marilah kita amati dan cermati sampai sejauh manakah penyakit ini dapat membahayakan ummat:
1- Dusta: sifat yang satu ini bertalian dengan perkataan.Orang yang bersdusta untuk pertama kali berarti orang tersebut telah terjangkit titik hitam pertama nifaq yang harus segera dibasmi. Orang yang sering berdusta atau menjadikan dustanya sebagai barang dagangan maka orang tersebut disebut "Munafiq career" sedangkan orang yang berdusta dengan tujuan merusak agama islam dari dalam dan mencerai beraikan ummat islam maka dalam al-Qur'an ia disebut "Munafiq hakiki" dan orang semacam itu adalah musuh besar Islam yang akan menjadi penghuni Api neraka Jahannam paling dalam pada hari pembalasan.
Allah SWT telah membongkar kedok orang-orang munafiq hakiki pada surah al-Munafiqin. bahakan dalam surah an-Nisa' Allah SWT menegaskan bahwa tempat orang-orang seperti itu adalah neraka, sebagaimana dikatakan:
إن المنافقين فى الدرك الأسفل من النار ولن تجد لهم نصيرا

sesungguhnya orang-orang Munafiq akan menempati neraka yang paling bawah dan tiak akan engkau temui penolong bagi mereka.

Dalam masyarakat kita saat ini, dapatlah dilihat dan dirasakan dampak negatif yang menghinggapi kita akibat kemunafiqan yang terjadi dari berbagai kalangan masyarakat, bahkan dari pemimpin-pemimpin masyarakat. Betapa besar bahaya dusta ini, bahkan dapat menghancurkan suatu bangsa, karena itu hendaklah seseorang selalu waspada agar tidak terjerumus kedalam lingkaran hitam itu. ataupun terkena dampaknya, sesungguhnya dampaknya sangatlah buruk.

2- Melanggar janji: sifat ini bertalian dengan perbuatan: berhubungan dengan masalah ini, maka melanggar janji sudahlah menjadi kebiasan yang amat disayangkan dalam masyarakat kita, bahkan dalam kepemimpinan orang-orang yang telah diangkat dan dijadikan sebagai pengelola kemaslahatan ummat atau masyarakat dapat kita temui kemunafiqan ini. berapa banyak janji yang terucap tanpa ditepati? pastinya tidak dapat dihitung lagi?sebab begitu banyak janji-janji itu. namun pelanggaran janji-janji itu apakah unsur disengaja atau tidak? bila pelanggaran tersebut adalah unsur kesengajaan, maka dapatlah dilihat dampaknya dalam masyarakat. jadi buat apa berjanji kalau berniat tidak menepati?kalau para penjanji tersebut punya rasa malu, maka tidak akan terucap janji yang tidak ditepati. dan apabila pelanggaran tersebut tidak disengaja, maka pihak yang berkepentingan wajib diberitahukan akan sebab ketidak terlaksananya janji tersebut, tentunya dengan disertakan permintaan maaf dengan tawadu' dan hormat. hal demikian disyari'atkan agar menghilangkan kecemasan dan kekecewaan di masyarakat. Islam adalah agama yang murni dan konstruktif.

3- Khianat : bertalian dengan niat dan niat bertalian dengan hati: Sifat satu ini berhubungan langsung dengan sifat kebejatan moral, sebagaimana dilukiskan oleh Allah SWT dalam surah al-Hajj # 46
فإنها لاتعمى الابصار ولكن تعمى القلوب التى فى الصدور

Maka sesungguhnya bukanlah mata yang menjadi buta, akan tetapi hati nurani yang berada di dalam dada yang menjadi buta.

Tidak dapat dibilang, bahwa seseorang penghianat memiliki hati nurani yang mulia dan baik, pastinya ia memiliki hati yang hitam, kejam, gelap gulita. Seseorang penghianat memiliki tujuan hidup utama yaitu kepuasan diri. tanpa memperdulikan kepentingan orang lain, agamanya, negaranya dan orang tuanya sekalipun.

Dalam sejarah Islam dapat ditemukan beberapa peristiwa pengkhianatan yang begitu merugikan ummat Islam, akan tetapi dengna kesabaran ummat Islam, Allah SWT mengangkat derajat mereka dan menolong serta memenangkan mereka.

Hendaknya kita berfikir sebelum berkhianat. apakah kita mau dikhianati? bila tidak, maka janganlah sekali-kali kita berani mengkhianati. karena balasan Allah sungguh amat kejam.

Demikian pembahasan Hadits ini.

Alm. KH. DR. Nahrawi



.................................................................................................................................................................................

Labels: