Syarat-Syarat Shalat


Sebagaimana telah diketahui, bahwa shalat tidak luput dari persyaratan yang wajib dipenuhi agar sah dan diterima shalatnya.Syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan shalat dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam yaitu :

I. Syarat-syarat wajib shalat
yaitu syarat-syarat diwajibkannya seseorang mengerjakan shalat. Jadi jika seseorang tidak memenuhi syarat-syarat itu tidak diwajibkan mengerjakan shalat. yaitu :

1.Islam, Orang yang tidak Islam tidak wajib mengerjakan shalat.
2.Suci, artinya dalam keadaan suci jadi Perempuan yang sedang Haidh, nifas, dll tidak wajib mengerjakan shalat.
3.Berakal Sehat, Orang yang tidak berakal sehat seperti orang gila, mabuk, tidur, dan Pingsan tidak wajib mengerjakan shalat, sbagaimana sabda Rasulullah :
"Ada tiga golongan manusia yang telah diangkat pena darinya (tidak
diberi beban syari'at) yaitu; orang yang tidur sampai dia terjaga,
anak kecil sampai dia baligh dan orang yang gila sampai dia sembuh."
(HR. Abu Daud dan lainnya, hadits shahih)
4.Baliqh (Dewasa), Orang yang belum baliqh tidak wajib mengerjakan shalat. Tanda-tanda orang yang sudah baliqh :
  • Sudah berumur 10 tahun.bila seorang anak telah mencapai usia 10 tahun maka ia telah menjadi Mumayyiz, artinya sudah dapat membedakan,memahami, dan memilih antara yang baik dan yang buruk. sebagian besar jumhur ulama bahwa anak demikian diwajibkan untuk mengerjakan shalat . sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Perintahkanlah anak-anak untuk melaksanakan shalat apabila telahberumur tujuh tahun, dan apabila dia telah berumur sepuluh tahun,maka pukullah dia kalau tidak melaksanakannya." (HR. Abu Daud danlainnya, hadits shahih)
  • Mimpi bersetubuh.atau sering disebut dengan mimpi basah, biasanya lebih sering dialami oleh kaum pria, namun tidak menutup kemungkinan dialami pula oleh kaum wanita. jumhur ulama berbeda pendapat akan umur anak laki-laki yang mengalami mimpi basah, ada yang mengatakan sejak 10-12 tahun, adapula yang mengatakan 14,15-17 tahun. namun demikian bila melihat keadaan kita saat ini, maka tidak dapat dijadikan patokan usia seseorang untuk mengalami mimpi, akan tetapi adakalanya masih belum mencapai 10 tahun dan sudah bermimpi, jadi patokan yang dapat dijadikan sebagai landasan adalah bila bermimpi.
  • Mulai keluar darah haidh (datang bulan) bagi anak perempuan. menurut sebagian besar jumhur ulama bahwa seorang wanita biasanya mengalami datangnya haidh dimulai sejak berusia 9 tahun, dan ada pula yang berpendapat 12 keatas, namun sama seperti point sebelumnya, yang kita jadikan sebagai landasan utama - terlepas dari usia- adalah bila seorang anak prempuan mengalami haidh untuk pertama kalinya.
5.Telah sampai da'wah kepadanya, Orang yang belum pernah mendapatkan da'wah/seruan agama tidak wajib mengerjakan shalat.

II. Syarat-syarat sah Shalat
Yaitu yang harus dipenuhi apabila seseorang hendak melakukan shalat. Apabila salah satu syarat tidak dipenuhi maka tidak sah shalatnya. Syarat-syarat tersebut ialah :
1.Masuk waktu shalat
Shalat tidak wajib dilaksanakan terkecuali apabila sudah masuk waktunya, dan tidak sah hukumnya shalat yang dilaksanakan sebelum masuk waktunya. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT :
"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (An-Nisa': 103)
2.Suci dari hadats besar dan hadats kecil.
Hadats kecil ialah hal-hal yang membatalkan wudhu, dan hadats besar adalah dalam keadaan janabah. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :
"Allah tidak menerima shalat seseorang tanpa disertai bersuci". (HR. Muslim)
3.Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis,
Adapun dalil tentang suci badan adalah:
sabda Rasulullah SAW terhadap perempuan yang keluar darah istihadhah :"Basuhlah darah yang ada pada badanmu kemudian laksanakanlah shalat." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalil tentang suci pakaian, yaitu firman Allah SWT:
"Dan pakaianmu, maka hendaklah kamu sucikan." (Al-Muddatstsir: 4)
Dalil tentang keharusan sucinya tempat shalat yaitu hadits Abu Hurairah RA, ia berkata :"Telah berdiri seorang laki-laki dusun kemudian dia kencing di masjid Rasulullah SAW , sehingga orang-orang ramai hendak memukulinya, maka bersabdalah Rasulullah SAW :'Biarkan dia dan tuangkanlah di tempat kencingnya itu satu timba/ember air, sesungguhnya kamu diutus dengan membawa kemudahan dan tidak diutus dengan membawa kesulitan." (HR. Al-Bukhari).
4.Menutup aurat, Aurat harus ditutup rapat-rapat dengan sesuatu yang dapat menghalangi terlihatnya warna kulit. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT :
"Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap kali berada ditempat sujud ." (Al-A'raf: 31)
Yang dimaksud dengan pakaian yang indah adalah yang menutup aurat. sedangkan tempat sujud adalah tempat shalat. Para ulama sepakat bahwa menutup aurat adalah merupakan syarat sahnya shalat, dan barangsiapa shalat tanpa menutup aurat, sedangkan ia mampu untuk menutupinya, maka shalatnya tidak sah. Aurat seorang wanita adalah seluruh badannya kecuali telapak tangan dan wajah, dan aurat seorang pria adalah dari, pusar hingga dengkul (menurut jumhur Ulama) adapun telapak kaki wanita dan dada pria telah diperselisihkan antara ulama. namun yang menjadi patokan adalah pendapat jumhur dalam hal ini.
5.Menghadap kiblat, Orang yang mengerjakan shalat wajib menghadap kiblat yaitu menghadap ke arah Masjidil haram/ka'bah. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:
"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka
sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, maka palingkanlah mukamu ke arahnya." (Al-Baqarah: 144)

sekian, walahu a'lam

Amirah.A.Nahrawi




....................................................................................................................................................................................

Labels: ,