Perbedaan mazhab tentang al-Fatihah bagi ma'mum

Sebagaimana telah diketahui bahwa pembacaan al-Fatihah dalam shalat adalah salah satu rukun shalat, dan orang yang meninggalkannya berarti shalatnya tidak sah. sesuai dengan sabda rasulullah SAW :
لا صلاة لمن لم يقرأ فاتحة الكتاب
Barang siapa yang tidak membaca al-Fatihah dalam shalatnya maka shalatnya seakan-akan tidak terlaksana, artinya tidak sah.


Namun bagaimana hukum membaca surat Al-FAtihah bagi seorang makmum? Apakah wajib dibaca? Ataukah dia diam saja,dan mendengarkan, karena bacaan imam sudah cukup? Ataukah keduanya?

untuk menjawab pertanyaan ini, maka marilah kita tinjau pendapat para ulama mazhab yaitu sebagai berikut:

1/ As-Syafi`iyah
Mazhab ini mewajibkan makmum dalam shalat jamaah untuk membaca surat Al-Fatihah sendiri walaupun telah dibacakan oleh imam dalam shalat jahriyah.menurut mazhab ini ketika imam membaca al-Fatihah ma'mum cukup mendengarkan kemudian ketika imam selesai maka ma'mum mulai membaca al-Fatihah.
Hal ini bila ma'mum memulai shalatnya bersama imam, akan tetapi bila ia masbuq maka cukup baginya pembacaan al-Fatihah dari imam bila ia mulai shalatnya ketika imam ruku'. maka iapun diharuskan langsung mengikuti rukunya imam, dan terhitung untuknya 1 rak'at.

2/Al-Malikiyah
Mazhab Al-Malikiyah mengatakan bahwa membaca Al-Fatihah buat seorang ma'mum adalah sunnah,bila dalam shalat sirriyah, sedangkan untuk shalat jahriyah hukumnya makruh, hanya cukup mendengarkan bacaan imam saja.

3/Al-Hanabilah
Mazhab ini mengatakan bahwa dalam shalat jahriyah seorang ma'mum hanya mendengarkan imam saja dan tidak diperkenankan membaca apapun.

4/Al-Hanafiyah
Mazhab ini mengatakan bahwa Al-Fatihah itu bukan rukun shalat, dan membaca ayat Al-Quran apapun selain al-Fatihah boleh dan sudah mencukupi. dan bagi ma'mum makruh hukumnya bila membaca al-Fatihah atau apapun, ia harus mendengarkan imam.

mereka bersandarkan kepada ayat al-Qur'an Surah al-Muzzamil # 20 dimama Allah SWT hanya memerintahkan hambanya agar membaca ayat yang mudah dalam al-Qur'an dan mendirikan shalat.

Dan sabda Rasulullah SAW:
Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak syah shalat itu kecuali dengan membaca al-Quran".(HR Muslim)

Maka yang dijadikan oleh mereka sebagai patokan sedikitnya membaca al-Qur'an adalah 6 huruf saja dari 1 ayat dalam al-Qur'an dalam melaksanakan shalat.

Akan tetapi Abu yusuf dan Muhammad , ulama besar mazhab ini memberi patokan yang berbeda yaitu cukup membaca 3 ayat dalam setiap shalat, itulah patokan terrendah bacaan al-Qur'an dalam shalat bagi mereka.

sekian, Wallahu a'lam

Amirah. A. Nahrawi

Labels: ,