Ketekunan dan Kesabaran

Ketika Imam al-Bukhari sedang menuntut ilmu kepada Syekh Aadam bin Abi Iyas di Syam, maka melupakan kantong uangnya.. akan tetapi ia tidak memberitahukan siapapun akan kejadian tersebut.

Ketika waktu makan tiba, beliau menahan laparnya, akhirnya karena sudah tidak sanggup lagi menahan rasa lapar, beliaupun memakan rumput selama dua hari.

Pada hari ketiga datanglah seorang yang tidak dikenal olehnya dan memberikannya kantong uang berisikan dinar seraya berkata: inilah uang jajanmu.

Hikmah: ketika seseorang sudah bertekad untuk mencapai suatu tujuan mulia maka Allah akan selalu bersamanya dan menolongnya. Hal ini sesuai dengan janjiNya kepada hambanya, dimana seorang hamba menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka akan dimudahkan. Orang yang memberikan uang itu, bukanlah orang yang dikenal oleh imam al-Bukhari melainkan ia adalah utusan Allah yang mungkin berupa manusia, ataupun malaikat- walahu a’lam- , yang pasti, Allah SWT telah menolong hambanya yang sedang kelaparan karena menuntut ilmu di suatu negeri yang asing baginya.

Sekian, Walahu A’lam

Amirah. A. Nahrawi

Labels: