Hadits Qudsi

Hadis qudsi adalah hadis diriwayatkan oleh Rasulullah SAW yang disandarkan kepada Allah. artinya Rasulullah SAW menjadi perawi perkataan Allah ini. Sedangkan lafadznya dari beliau SAW sendiri.

Pertanyaan: Apakah perbedaan yang terdapat antara antara hadits Qudsi dan Al-Quran?

Para ulama telah membuat qaidah perbedaan antara keduanya sehingga tidak dapat disamakan satu dengan yang lainnya. yaitu :

1. Lafadz Al-Quran adalah Mukjizat

Alquran adalah perkataan Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW dengan lafadz dari Allah SWT. Rasulullah SAW sama sekali tidak menambah atau mengomentari apa pun. Jadi kata-kata itu asli sebagaimana adanya.

Ayat-ayat al-Qur'an mengandung mukjizat dari Allah SWT. Mukjizatnya berupa keindahan dan kesempurnaan tata bahasanya. Dimana orang Arab ditantang untuk membuat satu ayat saja serupa dengan keindahan dan kesempurnaan yang terdapat di dalamnya, akan tetapi mereka tidak mampu membuat seperti lafadz-lafadz yang terdapat didalam Alquran.

hingga saat inipun tantangan tersebut tetap berlaku, karena Alquran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat.

sedangkan hadis qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat. meski merupakan perkataan dari Allah juga, namun dari segi bahasa tidak didesain untuk dijadikan mukjizat keindahan bahasa.

2. Baca Quran adalah Ibadah

membaca al-Qur'an merupakan ibadah, sehingga meski tidak tahu artinya, cukup membacanya atau melafadzkannya saja sudah mendapatkan pahala, membaca satu huruf saja sudah mendapatkan pahala dari Allah SWT. Allah SWT menjanjikan bahwa tiap huruf yang diucapkan menghasilkan pahala tersendiri, diluar pahala dari mengerti makna dan isi kandungannya.hal ini berdasarkan sabda rasulullah SAW:

"Barang siapa membaca satu huruf dari Alquran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan, kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf." (HR Tirmizi dan Ibnu Mas''ud).

Sedangkan hadis qudsi tidak disuruh membacanya dalam salat. Allah memberikan pahala membaca hadis qudsi secara umum saja. Maka, membaca hadis qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca Alquran bahwa pada setiap huruf mendapatkan sepuluh kebaikan.

3. Al-Quran Diriwayatkan Secara Mutawatir

Seluruh ayat-ayat al-qur'an sampai kepada kita lewat jalur yang mutawatir,artinya dalam setiap tingkatan perawi terdapat 10 rawi atau lebih yang sama derajatnya, sehingga kepastiannya mutlak. sedangkan hadis qudsi kebanyakan berupa periwayatannya yang terkadang hanya lewat satu orang perawi saja, kadang dua orang, kadang tiga sampai bisa juga sepuluh orang. Tetapi tidak pada semua level periwayatan berjumlah sepuluh orang. Jumlah perawi yang tidak lengkap selalu minimal sepuluh orang ini disebut dengan istilah hadits ahad.

Kalau kita lihat dari sudut pandang kekuatan periwayatan, tentu saja yang mutawatir itu lebih kuat dan mutlak kebenarannya. Sedangkan yang lewat jalur ahad tentu lebih lemah kekuatan periwayatanya.

sekian, walahu A'lam

A. A. N

Labels: