Aku dan Rasulullah saw

قال الامام البخارى رحمه الله حدثنا يقوب بن ابراهيم قال : حدثنا ابن عليه عن عبد العزيز بن صهيب عن أنس عن النبى صلى الله عليه وسلم قال: لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب اليه من والده وولده والناس أجمعين

Imam al-Bukhari berkata: Ya'qub bin Ibrahim berkata: kami diriwayatkan oleh Ibnu 'Uliyyah bin Abdul 'Aziz bin Suhaib dari Anas dari Rasulullah SAW bersabda : tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sebelum aku dicintai melebihi cintainya kepada ibu bapaknya, anaknya dan manusia semuanya.

Keterangan Rawi
1)Abu Yusuf Ya'qub bin Ibrahim ad-Dauraqi al-'Abdi: ia mendengar hadits dari Ibnu 'Uyaynah, al-Qaththan dll. dan haditsnya diriwayatkan oleh banyak tabi'in. wafat pada tahun 252H dalam usia 86 tahun.

2) Ibnu 'Uliyyah Ismail bin Ibrahim bin Miqsam Abu Bisyr al-Bashri: 'Ulyyah adalah nama ibunya, ia mendengar hadits dari 'Abdul 'Aziz bin Shuhaib, dll . wafat di Baghdad pada tahun 193 atau 194 H. Ibunya adalah seorang wanita yang pandai dalam ilmu agama, ia dikunjungi untuk berguru kepadanya oleh ulama Bashrah seperti Shaleh al-Mizzi dll. oleh sebab itu ia lebih dikenal dengan nama ibunya.

3) 'Abdul 'Aziz bin Shuhaib al-Bunani al-Bishri: ia mendengar hadits dari Anas bin Malik ra, dan banyak haditsnya yang diriwayatkan oleh Syu'bah dll. wafat pada tahun 130 H.

4) Anas bin Malik:

Keterangan Teks
Yang menjadi batu ujian dalam hadits ini adalah cinta, layaknya hadits sebelumnya, dimana yang menjadi sasaran utama adalah keseimbangan antara cinta kita kepada diri kita dan cinta kita kepada sesama muslim, akan tetapi kecintaan yang diuji pada hadits ini adalah cinta kepada rasulullah SAW yang melebihi kecintaan kita kepada diri kita ataupun kepada orang lain.
Yang artinya adalah untuk merealisasi keimanan yang sempurna dan sejati tidak cukup apabila kecintaan kita kepada rasulullah SAW seperti kecintaan kita pada diri kita sendiri, ibu bapak kita, anak kita, ataupun manusia semuanya. Cinta seorang mu'min adalah kepada Allah, RasulNya, kemudian kepada dirinyadan sesama muslimin pada umumnya.
Patutlah rasulullah SAW dicintai melebihi segalanya, kenapa tidak sedangkan rasulullah SAW adalah orang yang dimuliakan dan dipilih oleh Allah SAW sebagai Pemimpin dimuka bumi ini, tidak pantaskah ia mendapatkan cinta yang begitu besar dari kita? betapa berat ujian dan cobaan yang dilaluinya dengan hati tulus, ikhlas demi menegakan kalimatullah, demi kita sekalian. apakah tidak pentas untuk dijadikan perioritas utama dalam derajat cinta kita?
Dialah yang mencintai dan menyayangi kita sebelum melihat kita, bahkan dalam hadits lain dikatakan: Ummat yang paling aku sayangi adalah ummat yang tidak bertemu denganku akan tetapi mereka beriman dan mayakini keberadaan aku. Alangkah mulianya Rasulullah SAW mencintai Ummat yang belum dilihatnya, hanya karena ummat tersebut mengimani risalahnya. Bukankah kita ummat itu?

Bayangkan kecintaan rasul SAW yang begitu besar dan mulia kepada kita melebihi cintanya kepada para sahabatnya yang ikut berjuang bersamanya demi menegakan kebenaran di muka bumi Allah ini. bukankah sepatutnya orang sedemikian cintanya kepada kita untuk mendapatkan cinta yang setimpal dari kita?

Sekian Walahu A'lam
Alm.KH.A. Nahrawi

Labels: