Wudhu wajib dan Wudhu sunnah

Para alim ulama mengklasifikasikan wudhu kepada dua agian yaitu wudhu wajib dilakukan dan wudhu sunnah. berikut ini akan kami terangkan masing masing wudhu:

1) Wudhu wajib
berikut ini akan kami terangkan masing masing wudhu:baik sholat fardhu ataupun sunnah, karena wudhu adalah syarat untuk melakukan sholat. sebagaiman Firman Allah SWT:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki... (QS. Al-Maidah: 6)
dan Hadits rasulullah SAW : Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada shalat kecuali dengan wudhu''. Dan tidak ada wudhu'' bagi yang tidak menyebut nama Allah. (HR Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)
Hal ini sesuai para Jummhur Ulama yang bersandarkan kepada firman Allah SWT :

Tidak ada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci. (QS. Al-Waqi`ah: 79)

dan hadits Rasulullah SAW berikut ini:Tidaklah menyentuh Al-Quran Al-Kariem kecuali orang yang suci.(HR Ad-Daruquhtny: hadits dhaif namun Ibnu Hajar mengatakan: Laa ba`sa bihi).

Serta Hadits rasulullah SAW: Tidaklah menyentuh Al-Quran Al-Kariem kecuali orang yang suci.(HR Ad-Daruquhtni) walaupun hadits ini di anggap dhoif oleh para ahli hadits namun Ibnu majah menjadikannya sebagai hujjah dalam masalah ini.

Jumhur ulama mengatakan bahwa hukum berwudhu` untuk tawaf di ka`bah adalah fardhu. Kecuali Al-Hanafiyah. Hal itu didasari oleh hadits Rasulullah SAW :Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Tawaf di Ka`bah itu adalah shalat, kecuali Allah telah membolehkannya untuk berbicara saat tawaf. Siapa yang mau bicara saat tawaf, maka bicaralah yang baik-baik.(HR Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Tirmizy)


2) Wudhu Sunnah

Hal itu didasarkan atas hadits Rasulullah SAW yang menyunnahkan setiap akan shalat untuk memperbaharui wudhu meskipun belum batal wudhu`nya akan tetapi alangkah baik dan mulianya orang yang memperbaharui wudhunya sesuai dengan bunyi hadits berikut : Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Seandainya tidak memberatkan ummatku, pastilah aku akan perintahkan untuk berwudhu pada tiap mau shalat. Dan wudhu itu dengan bersiwak. (HR Ahmad dengan isnad yang shahih)


  • selalu tampil dalam keadaan suci

Hal ini bukanlah sebuah keharusan melainkan sunnah yang amat dicintai rasulullah SAW, sesuai dengan haditsnya: Dari Tsauban bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Tidaklah menjaga wudhu` kecuali orang yang beriman`. (HR Ibnu Majah, Al-Hakim, Ahmad dan Al-Baihaqi)

  • Ketika Akan Tidur

Disunnahkan untuk berwudhu ketika akan tidur, sehingga seorang muslim tidur dalam keadaan suci. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW:Dari Al-Barra` bin Azib bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Bila kamu naik ranjang untuk tidur, maka berwudhu`lah sebagaimana kamu berwudhu` untuk shalat. Dan tidurlah dengan posisi di atas sisi kananmu.. (HR Bukhari dan Tirmizy).

  • Sebelum Mandi Janabah

Sebelum mandi janabah disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Demikian juga disunnahkan berwudhu bila seorang yang dalam keadaan junub mau makan, minum, tidur atau mengulangi berjimak lagi. Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW:Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bila dalam keadaan junub dan ingin makan atau tidur, beliau berwudhu` terlebih dahulu. (HR Ahmad dan Muslim)

Dan dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bila ingin tidur dalam keadaan junub, beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu` terlebih dahulu seperti wudhu` untuk shalat. (HR Jamaah)

Dan dasar tentang sunnahnya berwuhdu bagi suami isteri yang ingin mengulangi hubungan jima' adalah hadits Rasulullah saw: Dari Abi Said al-Khudhri bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Bila kamu berhubungan seksual dengan isterimu dan ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah berwuhdu terlebih dahulu.(HR Jamaah kecuali Bukhari)

  • Ketika Marah

tujuannya adalah untuk meredakan marah, ada dalil perintah dari Rasulullah SAW untuk meredakannya dengan membasuh muka dan berwudhu yaitu sabdanya : Bila kamu marah, hendaklah kamu berwudhu`. (HR Ahmad dalam musnadnya)

  • etika Membaca Al-Quran

Hukum berwudhu ketika membaca Al-Quran Al-Kariem adalah sunnah, bukan wajib. Berbeda dengan menyentuh mushaf menurut jumhur. Demikian juga hukumnya sunnah bila akan membaca hadits Rasulullah SAW serta membaca kitab-kitab syariah.

Diriwayatkan bahwa Imam Malik ketika mengimla`kan pelajaran hadits kepada murid-muridnya, beliau selalu berwudhu` terlebih dahulu sebagai takzim -penghormatan- kepada hadits Rasulullah SAW.

  • Ketika berazan,dan beriqamat

Disunnahkan untuk berwudhu pada saat seorang muadzdzin akan beradzan dan beriqamat untuk memanggil orang melakukan shalat.

  • Ziarah Ke Makam Nabi SAW

Dr. Wahbah Az-Zuhaili, seorang ulama kontemporer dari Syiria menyatakan dalam kitabnya bahwa kita disunnahkan untuk berwudhu'' manakala kita datang berziarah ke makam nabi Muhammad SAW di dalam masjid nabawi.

walahu a'lam

Amirah A. Nahrawi



Labels: ,