Wudhu, Pengertian dan tata cara

Wudhu'' adalah sebuah ibadah ritual untuk mensucikan diri dari hadats kecil dengan menggunakan media air. Yaitu dengan cara membasuh atau mengusap beberapa bagian anggota tubuh menggunakan air sambil berniat di dalam hati dan dilakukan sebagai sebuah ritual khas.

Bukan sekedar bertujuan untuk membersihkan secara fisik atas kotoran, melainkan sebuah pola ibadah yang telah ditetapkan tata aturannya lewat wahyu dari langit dari Allah SWT.

Ada banyak riwayat yang menyebutkan tentang tata cara wudhu'' Rasulullah SAW, salah satu di antaranya adalah riwayat hadits berikut ini:

Dari Humran ra bahwa Utsman ra meminta dibawakan seember air, kemudian beliau mencuci kedua tapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur, kemudian memasukkan air ke hidung, kemudian mengeluarkannya. Lalu beliau membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh tangannya yang kanan hingga siku tiga kali, kemudian tangan yang kiri demikian juga, kemudian mengusap kepalanya, kemudian mencuci kaki kanannya hingga mata kaki tiga kali, kemudian kaki kiri sedemikian juga, kemudian beliau berkata, "Aku telah melihat Rasulullah SAW berwudhu sebagaimana wudhu''-ku ini. (HR Muttafaq ''alaihi)

Hadits ini menjelaskan tata urutan wudhu'' Utsman bin Affan yang kemudian dikatakan bahwa begitulah Rasulullah SAW bila berwudhu''. Namun hadits ini tidak merinci mana yang merupakan rukun, wajib dan sunnah ''.

Dalam surah al-Maidah #6 disebutkan :
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki...

Jelaslah bahwasanya yang wajib dalam melakukan wudhu adalah wajah, kedua tangan dan kedua kaki, selebihnya adalah sunnah yang berasala dari rasulullah SAW. kemudian apakah sunnah itu? Sunnah adalah suatu pekerjaan yang apabila dilakukan akan mendapatkan pahala dan bila ditinggalkan tidak mendapatkan dosa.

Bahkan dalam mazhab Al-Malikiyah, sekedar membasahi bagian anggota wudhu'' dengan air saja masih belum cukup. Harus digosok-gosok dengan tangan, ahingga airnya menyerap ke pori-pori. Istilahnya ad-dalk - menggosok -, anggota wudhu setelah dibasahi dengan air dan sebelum sempat kering.

Hal ini tidak menjadi kewajiban menurut jumhur ulama. Hanya mazhab Al-Malikiyah saja yang mewajibkannya. Sebab menurut mazhab ini, sekedar menguyurkan air tidak bisa dikatakan membasuh seperti yang dimaksud dalam Al-Quran.. walahu a'lam

Amirah A.Nahrawi


Labels: ,