Usama bin Zaid


Orang yang sangat dicintai Rasulullah saw


Dia adalah Usama bin Zaid bin Haritsah bin Syarahil al-Kalbi, ia adalah hamba sahaya rasulullah saw, ia adalah orang yang sangat dicintai oleh rasulullah saw. Bahkan rasulullah saw mengangkatnya sebagai anak, yaitu sebelum firman Allah yang melarang muhammad saw mengangkat anak .

Usama adalah seorang yang berwajah hitam tapi berhati putih mulia bagaikan kristal, seorang yang tidak cakap namun memiliki kecakapan pribadi yang tawadu', beriman dan sangat disegani serta dikasihi oleh siapapun yang mengenalnya, ialah yang telah mencapai derajat ketaqwaan tertinggi sebagaimana firman Allah swt :
أن أكرمكم عند الله اتفاكم - sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kalian- .

'Aisyah ra menceritakan: pada suatu hari 'Utbah membuka pintu dan Usama sedang berada di belakang pintu tersebut, hingga Usama mengalami luka pada keningnya. Rasulullah saw segera mengisap darah yang berada di keningnya dan membersihkannya sambil bersabda: apabila Usama adalah seorang hamba sahaya wanita, niscaya akan aku belikan perhiasan dan pakaian yang layak. -
layak dengan seorang hamba sahaya yang amat disayangi oleh rasulullah saw- . dan diriwayat lain disebutkan bahwasanya 'Aisyah berkata: janganlah ada orang diantara kalian yang menghina atau merendahkan Usama, sesungguhnya saya mendengar rasulullah saw bersabda: siapa diantara kalian yang mencintai Allah dan rasulNya maka seyogianya ia mencintai Usama pula. pada riwayat lain disebutkan pula bahwa rasulullah saw membeli jubbah dengan harga 50 dinar, kemudian dikenakan pada sholat jum'at, ketika selesai maka ia menghadiahkan jubbah tersebut kepada Usama.


dikisahkan bahwasanya pada suatu hari, terjadilah pencurian dimana pelakunya adalah seorang wanita ternama dari bangsa Quraisy, maka kaum Quraisy pun terlena, apa yang semestinya diputuskan terhadap wanita tersebut sedangkan hukuman untuk pencuri adalah potong tangan, kemudian mereka ingin menanyakan hal ini kepada rasulullah saw namun ketidak beranian yang mereka miliki membuat mereka mundur langkah dan maju langkah. hingga terbesitlah dihati salah satu diantara mereka bahwasanya orang yang paling berani untuk menanyakan hal ini adalah Usama, karena dia adalah orang yang paling dekat dan paling dikasihi oleh rasulullah saw.

dengan segera mereka menemuinya dan memintanya agar meminta keringanan kepada rasulullah saw terhadap wanita terseut. ketika Usama menceritakan hal ini kepada rasulullah saw, maka rasulullah bersabda: Janganlah engkau meminta keringanan dalam masalah hukum agama, sesungguhnya bangsa-bangsa terdahulu binasa karena hal itu, bila diantara mereka orang bangsawan mencuri maka mereka mengampuninya dan bila orang miskin yang mencuri maka ditegakan hukum sebaik-baiknya dan sesungguhnya bila Fatimah Binti Muhammad mencuri niscaya saya akan memotong tangannya.

Ketika terjadi perang al-Jamal dimana Ali bin Abi Thalib dituduh sebagai dalang pembunuhan 'Utsman bin 'Affan. dan ketika itu terpecahlah kaum muslimin menjadi tiga bagian, sebagian bersama 'Ali, sebagian besama 'Aisyah dan sebagian keluar dan bersama Usama dimana tidak memihak dan tidak pula ikut peperangan.

Datanglah utusan dari 'Ali bin Abi Thalib ra yang mengajak Usama bergabung dalam pasukan 'Ali, akan tetapi Usama menolak dan berkata: rasulullah saw mewasiatkan kepadaku agar aku tidak memerangi orang yang menyebutkan syahadah - islam- .. maka merekapun kembali dan menyampaikan pesan Usama kepada 'Ali ra... tidak lama kemudian mereka mendatangi Usama kembali dengan membawa pesan dari 'Ali ra ( wahai saudaraku engkau mengetahui bahwasanya saudaramu ini membela kebenaran, bukankah Allah swt berfirman: dan perangilah mereka hingga tidah terjadi fitnah dan perpecahan) Usama membalasnya dengan (Wahai 'Ali sesungguhnya Allah berfirman dan perangilah orang-orang musyrik itu hingga mereka menyebut syahadah - masuk Islam- dan tidak terjadi fitnah. maka kami sudah memerangi orang-orang musyrik hingga mereka sudah masuk Islam, dan rasulullah bersabda: janganlah engkau membunuh orang yang menyebut syahadah - orang muslim. )

Usama meninggal di Madinah pada tahun 54 H pada masa pemerintahan khalifah Mu'awiyah.

A.A.N

Labels: