Uraian Hadits - Pekerjaan terbaik dalam Islam

قال الإمام البخارى رحمه الله حدثنا عمرو بن خالد قال حدثنا الليث عن يزيد عن أبة الخير عن عبد الله بن عمرو رضى الله عنهما أن رجلا سأل البنى صلى الله عليه وسلم أى الاسلام خير قال: تطعم الطعام وتقرأ السلام على من عرفت ومن لم تعرف.

Artinya : al-Bukhari berkata: diriwayatkan oleh 'Amru bi Khalid dari Yazid dari Abul Khair dari Bin 'Amru ra bahwasanya ada orang yang bertanya kepada rasulullah saw : manakah Islam yang terbaik? rasulullah SAW menjawab: memberi makan dan mengucap salam kepada yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal.


Keterangan Rawi

1)Abil Harits bin Abil Hasan 'Amru bin Khalid bin Farrukh al-Haranni : seorang perawi yang diakui kefasihannya dalam menghapal hadits, tinggal di Mesir, meriwayatkan hadits dari para sahabat. Bukhari banyak memuat haditsnya sedangkan Ibnu Majah hanya meriwayatkan melalui perantara. wafat pada tahun 229H

2) Al-Laits bin Sa'd al-Misri : seorang Imam yang disepakati kebesarannya, dilahirkan di Qarqasyandah sebuah desa yag terletak sekitar 32 km dari Kairo. wafat pada hari Jum'at pertengahan bulan Sya'ban tahun 175H.

3) Yazid bin Abi Habib Suwaid Abu Raja' al-Misri: ia adalah seorang tabi'in terkemuka, diangkat menjadi mufti besar Mesir pada zaman khalifah Umar bin 'Abdul 'Aziz. lahir pada tahun 53H dan wafat pada tahun 128 H .

4) Abul Khair Martsad Abu 'Abdillah al-Misri : ia banyak meriwayatkan hadits dari 'Amru bin al-'Ash dan lainnya. wafat tahun 90 H.


Keterangan Teks

Menurut hadits di atas, memberi makan adalah perbuatan terbaik dalam Islam, karena memberi makan tidak dapat di lihat dari segi lahiriyahnya saja, akan tetapi memberi makan mempunya timbal balik yang teramat penting yaitu:

1) Memberantas hawa nafsu dan mematikan ketamaan serta kekikiran : Bilamana seseorang muslim telah memberi saudaranya makan, maka secara tidak disadari pemberian tersebut akan menumpaskan rasa kekikiran yang terdapat pada setiap jiwa. sehingga lama kelamaan rasa kikir itupun akan punah.
2) Menegakan keadilah sosial dalam memberantas kemiskinan serta membina kemakmuran : memberi maka akan membangun masyarakat dari kemiskinan untuk membina kemakmuran. contoh konkrit adalah ketika orang memberi makan kepada orang lain, maka secara tidak langsung ia telah membantu keluarga tersebut dalam masalah kehidupan sehingga keluarga tersebut tidak perlu memikirkan bagaimana caranya membeli makanan sedangkan uangnya tidak mencukupi. namun hanya cukup memikirkan uang yang mereka miliki dapat dipakai untuk bkeperluan lain misalnya: bayaran sekolah anaknya, dsb.
3) Membina dan mempererat rasa kasih sayang antara sesama muslim : rasa kasih akan terbina bilaman orang kaya dapat berbagi dengan orang miskin, kenap tidak? orang miskin akan merasa tertolong dengan bantuan tersebut hingga dapat mengatur kehidupannya, dan orang kaya akan merasa luluh hatinya bila melihat keadaaan orang muskin tersebut, secara tidak langsung bukankah hal ini mempererat tali kasih sayang antara muslimin.?
4) Mengobati penyakit jiwa dan moral : Merasa kekurangan akan sesuatu dapat berdampak positif atau negatif, akan tetapi pada dasarnya lebih banyak dijumpai dampak negatif dalam masyarakan, bilamana seseorang telah memberi makan kepada orang lain , maka secara tidak langsung orang miskin tidak akan mempunyai pengaruh negatif untuk melakukan hal hal yang merugikan dirinya dan orang lain misalnya : mencuri, merampok dll.
Marilah kita perhatikan perkataan Imam Ali RA menyangkut kemiskinan: Apabila kefakiran dan kemiskinan adalah seseorang, niscaya saya akan membunhnya. Betapa bijaksana perkataan Ali RA ini, seseorang yang pernah mengalami kemisiknan dan kelaparan yang sangat... maka, tidak anehlah bila kefakiran dan kemiskinan membawa pengaruh dan dampak besar bagi masyarakat.

Bahkan dalam al-Qur'an Allah SWT berfirman:

ويطعمون الطعام على حبه مسكينا ويتيما وأسيرا انما نطعمكم لوجه الله لا نريد منكم جزاءا ولا شكورا

Dan mereka yang memberi makan kepada orang miskin, anak yatim dan tawanan, meskipun mereka sendiri menyukai makanan yang diberikannya, bahkan mereka mengatakan sesungguhnya kami lakukan karena Allah. sesungguhnya kami tidak mengharapkan imbalan atau terimakasih dari mu

Bukankah memberi makan teramat besar dan dalam makna dan pelajaran serta tujuan hidup yang dikandungnya?

Yang kedua adalah memberi salam, alangkah tingginya prinsip agama ini yang menunjukan bahwa perinsip utama Islam adalah saling mengasihi, hormat menghormati, makmur, bahagia, dan damai.
Ucapan salam agama Islam ialah : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. yang artinya : salam bahagia untukmu, dan rahmat Allah senantiasa menyertayimu serta barkah Allah selalu bersamamu.
Salam bukanlah kata sapaan biasa, akan tetapi salam mengandung do'a yang sangat mulia dan sangat tinggi drajanya disisi Allah SWT. Oleh karena itu, menjawab salam adalah hukumnya wajib (farshu 'Ain) dilakukan bila seseorang diberi salam, sedangkan dia seorang diri, dan apabila mereka banyak maka menjawab salam menjadi wajib bagi salah satu orang diantara mereka.(fardhu Kifayah)
Bahkan dalam surah an-Nissa #86 Allah SWT berfirman : Dan apabila kamu diberi salam maka jawablah salam itu dengan salam yang lebih baik.
Artinya bila orang memberi salam hanya "Assalamu Alaikum" maka lebih baik bila kita menjawab " Walaikum salam Warahmatullah" dan apa bila orang memberi salam " Assalamu alikum Warahmatullah" maka lebih baik kita menjawab " Walaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" . Demikian

Alm. KH. DR. Ahmad Nahrawi

Labels: