Orang Muslim dan Orang Muhajir

قال الإمام البخارى رحمه الله : حدثنا آدم ابن اياس قال حدثنا شعبة عن عبد الله بن أبى السفر واسماعيل عن الشعبى عن عبد الله بن عمرو رضى الله عنهما عن النبى صلى الله عليه وسلم قال : المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه

(Imam al-Bukhari berkata: diriwayatkan oleh Aadam bin Iyas dari Syu'bah dari 'Abdullah bin Abi Safar dan Isma'il dari asy-Syu'abi dari 'Abdullah bin 'Amru RA dari Rasulullah SAW bersabda: orang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari aniaya lidah dan tangannya dan orang muhajir adalah orang yang meninggalkan larangan Allah.

Keterangan Rawi
1) Abu Hasan Aadam bin Abi Iyas : seorang rawi yang berasal dari khurasan dan besar di Baghdad. dan pepergian ke beberapa negara di ataranya Mesir, Kuffah, Syam dan pada akhirnya menetap di Palestin. wafat pada tahun 220 H.

2) Syu'bah bin al-Hajjaj bin Warid Abu Busthom al-Azdi al-Wasithi: dia disebut sebagai Amirul mu'minin dalam penghapalan hadits, meninggal di Bashrah pada permulaan tahun 160 H . Tiada dalam Kutubussitah Syu'bah melainkan dia.

3) 'Abdullah bin Abi Safar al-Kufi : wafata pada masa khalifah Marawan bin Muhammad. haditsnya diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Nasai', dan Ibnu Majah.

4) Isma'il bin Abi Khalid al-Bajali : banyaka mendengar dan meriwayatkan hadits dari sahabat diantaranya Anas bin Malik. meninggal di Kufah pada tahun 146 H.

5) 'Amru bin Syarahil asy-Sya'bi Abi 'Amru: Meriwayatkan hadits dari beberapa sahabat di antaranya Ibnu Umar, dan haditsnya diriwayatkan oleh ats-Tsauri dll. menjadi Qodhi Hakim di Kufah. wafat pada usia 80 tahun pada tahun 100H.

6) 'Abdillah bin 'Amru bin 'Ash al-Qurasyi : Meriwayatkan sebanyak 700 hadits. riwayat Bukhari Muslim sebanyak 17 hadits, 8 hadits Bukhari sendiri, dan 20 hadits Muslim sendiri. wafat di Mekkah - ada yang berpendapat di Mesir, dan ada pula yang mengatakan di Thaif - pada tahun - ada pula beberapa pendapata- 63H, 65H, 67H,72H, dan 73. walahu a'lam

Keterangan Teks:

Hadits di atas menerangkan bahwasanya seorang muslim adalah orang yang tidak menganiaya saudaranya dengan lidah ataupun lisan, namum apakah hadits ini berarti seorang muslim dapat menganiaya orang non muslim? jawabannya tentu TIDAK. Islam tidak memperbolehkan penganiayaan terhadap muslim ataupun non muslim, bahkan terhadap binatang dan tumbuh-tumbuhan orang islampun dilarang menyakitinya.
Islam adalah agama kasih mengasihi, adalah agama Allah yang berdasarkan kepada perdamaian dan hormat menghormati . sebagaimana firman Allah SWT :

الراحمون يرحمهم الرحمن
Mereka yang berbelas kasihan kepada sesamanya maka akan dikasihi oleh Yang Maha Pemurah.
Dan hadits rasulullah SAW : ارحمو من فى الارض يرحمكم من فى السماء
Kasihilah mereka yang di bumi maka kalian akan dikasihi oleh yang ada di langit - Allah SWT-

Hadits ini merupakan teguran dan ancaman keras bagi kaum muslim yang suka menganiaya dengan lidah ataupun tindakan, dengan kata lain hadits ini secara tidak langsung mendidik ummatnya agar selalu berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan, dimana diterangkan secara tidak tesirat bahwa islam tidak membenarkan pengniayaan terhadap apapun.
Allah SWT mencipakan lisan atau lidah untuk bersyukur dan berdzikir, dan tangan untuk bersalaman dan menolong dalam mengerjakan suatu kebaikan. Hal demikianpun masih tetap harus terlaksana dengan cara yang benar dan sesuai dengan peraturan Allah SWT.

Mengapa hanya lidah dan tangan yang digariskan dalam hadits ini, dan bukan anggota lainnya seperti kaki ?
pada umumnya kedua anggota tubuh inilah yang memegang peranan penting dalam kehidupan terlebih dalam penganiayaan , secara otomatis ketika terjadi keonaran atau pertengkaran maka lidahlah menjadi pemeran utama kemudian datanglah tangan menjadi pemeran kedua. bahkan beberapa ulama mengatakan tidak mungkin atau sangat jarang ditemukan permulaan penganiyaan dengan kaki. tanpa adanya ucapan ataupun gerakan tangan.

Lidah lebih tajam dari pada pisau, ketika menyakitan hati seseorang, maka sangat rumit disembuhkan, hanya waktu yang dapat menyembuhkannya dan menghilagkannya. Oleh karena itu, kedua anggota tubuh inilah yang disebutkan dalam hadits ini.

Apakah hal ini berarti orang Muslim yang mengerjakan penganiayaan keluar dari Islam dan bukan muslim lagi?
derajat Islam seseorang berbeda-beda ada yang tinggi dan ada pula yang rendah, Hal tersebut ditentukan oleh amal perbuatan mereka masing-masing. kesimpulannya bahwa orang muslim yang sejati dan tinggi derajatnya tidak melakukan penganiayaan akan tetapi orang muslim yang rendah derajatnya yang melakukan penganiayaan terhadap orang lain.

Muhajir mengandung dua pengertian:
1) orang yang meninggalkan suatu negara menuju negara lain, sebagaiman kaum muslimim melakukan hijrah dari Mekkah ke madinah.
2) orang yang meninggalkan larangan Allah SWT.

dalam hadits ini orang muhajir yang dimaksud adalah muhajir yang kedua, yaitu orang yang meninggalkan larangan Allah SWT yang besar ataupun yang kecil.
Larangan Allah SWT sudah kita ketahui, maka oleh itu, hendaklah kita menjauhkan diri dan menjaga agar tidak terjerumus dan melakukan larangan Allah yang telah digariskan.
Manusia pada umumnya dilahirkan dengan Gharizah - sifaat bawaan- yaitu selalu lupa dan salah. karena itulah handaknya kita berupaya agar menjaga setiap peruatan dan perkataan agar mendapatkan ridho, rahmat, dan MaghfirahNya. Amin

Alm. KH. A. Nahrawi


Labels: