Uraian Hadits - Iman dan Saudaraku

قال الامام البخارى رحمه الله حدثنا مسدد قال: حدثنا يحي عن شعبة عن قتادة عن أنس رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم وعن حسين المعلم قال : حدثنا قتادة عن أنس عن النبى صلى الله عليه وسلم قال : لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

Imam al-Bukhari berkata: diriwayatkan oleh Musaddad dari Yahya dari Syu'bah dari Qatadah dari Anas ra. dan riwayat lain dari Husain al-Mu'alim dari Qatadah dari Anas ra dari Rasulullah SAW bersabda: tidak sempurnalah iman salah satu diantara kalian hingga ia menyukai bagi saudaranya apa yang ia sukai bagi dirinya.(HR Muslim, Tirmizi an Nasai)

Keterangan Rawi

1) Abu Hasan bin Musaddad bin Musarhad bin Musarbal bin Mura'bal bin Arandal bin Sarandal bin Gharandal bin Masik bin Mustaurad al-Asadi al-Bishri: Ia mendengar hadits dan meriwayatkan dari banyak tabi'in. wafat pada tahun 223H . an-Nassai meriwayatkan haditsnya melalui perantara dan Muslim tidak meriwayatkan haditsnya. ada yang mengatakan bahwa namanya adalah Abdul Mailk bin Abdlu 'Aziz dan Musaddad adalah sebutan, akan tetapi kami mengambil yang terunggul dari pendapat para ahli hadits.

2) Yahya bin Sa'id farrukh al-Qaththan al-Bashri: bnyak yang meriwayatkan hadits darinya . Yahya bin Ma'in mengatakan bahwa Yahya bin Sa'id ini selama 20 tahun mengkhatamkan al-Qur'an sehari semalam, dan tidak pernah ketinggalan sholat berjamaah selama 40 tahun. dia dikenal sebagai orang yang alhi dalam bidang hadits. lahir pada tahun 120H dan wafat tahun 198H.

3) Syu'bah bin al-Hajjaj :

4) Abul Khattab Qatadah bin Di'mah bin Qatadah assadusi al-Bashri : ia mendengar hadits dari Anas bin Malik dan lainnya. banyak tabi'in yang meriwayatkan darinya. ia dilahirkan dalam keadaan tunanetra dan wafat pada tahun 117H.

5) Husain bin Zakwan al-Muktib al-Mu'allim al-Bashri: ia mendengar hadits dari 'Aththa bin Abi Rabah dan lainnya dan haditsnya diriwayatkan oleh Syu'bah, 'Abdullah bin Mubarak dan lainnya. wafat pada tahun 145H

6) Anas bin Malik bin an-Nadhr bin Dhomdhom Abu Hamzah al-Anshari: adalah hamba sahaya rasulullah SAW . ia meriwayatkan sebanyak 2286 hadits langsung dari rasulullah SAW. sebanyak 186 hadits diriwayatkan oleh bukhari Muslim bersama, 83 bukhari sendiri dan 91 Muslim sendiri. ia termasuk sahabat rasulullah SAW yang paling banyak memiliki anak. diriwayatkan bahwasanya Ibunya Anas meminta kepada Rasulullah SAW agar mendo'akan Anas, maka rasulullah SAW berdo'a : Wahai Tuhanku berkatilah anas pada hartanya, anaknya, panjangkanlah umurnya serta ampunilah dosanya.
Anas berkata: aku telah menguburkan 98 orang dari keturunanku, kebun buah-buahan aku berbuah dua kali setahun dan bunga-bunga taman mengeluarkan harum yang sangat sedap.
Anas pula pernah berkata: aku sudah bosan hidup umurku sudah lebih dari 4 ikatan (100 tahun) . ia adalah sahabat rasulullah SAW yang terakhir wafat di Bashrah pada tahun 93 H, jenazahnya disholatkan oleh Muhammad bin Sirin dan dimakamkan id istananya yang terletak sekitar 6 km dari Bashrah.

Keterangan Teks:
Hadits ini merupakan termometer bagi kita agar apat mengukur sampai manakah kemurnian dan keteguhan iman kita? bilamana kita sudah mencintai bagi saudara kita apa yang kita cintai bagi diri kita maka syukurlah berarti kita sudah mencapai kemurnian dalam iman.

Bila belum memiliki perasaan itu, maka hendaknya kita berusaha agar mencapai derajat tersebut, hingga mendapatkan kesempurnaan dan keteguhan iman yang lebih derajatnya dari apa yang kita miliki.

Hal demikian hanya kitalah yang dapat mengaturnya dan mengetahuinya, karena yang hanya mengetahui isi hati kita hanyalah Allah SWT dan kita. meskipun kadang kala orang lain dapat menerka dari nada dan gaya kita, akan tetapi kebenaran hanyalah dimikili oleh kita di samping Yang Maha Esa.

Berlainan halnya dengan mengucapkan salam, memberi makan dan menyakiti orang dengan lidah atau perbuatan, hal demikian dapat dilihat dan diukur oleh semua orang karena hal tersebut nampak dan tidak tersembunyi. sedangkan hadits ini membicarakan hal yang tersembunyi, dimana kita handaknya membuang rasa dengki dan hasud terhadap orang lain bila mana ia mendapatkan anugerah dari Allah SWT. sepatutnya kita meminta kepada Allah SWT dengan hati yang tulus, ikhlas,agar dianugrahkan dan diberikan nikmat, tanpa melirik kepada pemberian Allah SWT kepada hembaNya yang lain. niscaya Allah akan memberikan berkah, anugerah yang tiada trukur nilainya.

Bila ditinjau dari segi lain, maka hadits ini merupakan obat bagi orang-orang sombong dan angkuh yang telah diberikan anugerah dan nikmat oleh Allah SWT, akan tetapi kenikmatan yang mereka miliki mereka enggan untuk membagikannya dengan orang lain, bahkan tidak jarang kita temukan bahwasanya mereka berupaya agar mempertahankan kenikmatan itu dan berupaya menghambat orang lain agar mendapatkan kenikmatan yang sama.

Dalam hadits ini. Allah SWT memberikan ultimatum kepada mereka yang memiliki sifat demikian agar mengingat bahwasanya pemberian dan nikmat yang telah Allah SWT anugrahkan hanyalah amanah atau pinjaman yang akan ditanyakan pada hari akhir dikemanakan kah amanah itu?

Bila hanya mengandalkan perasaan kikir, sombong, dan angkuh maka tidak akan rela untuk membagi orang lain apa yang telah Allah berikan kepadanya, akan tetapi bila ia berusaha untuk menyempurnakan iman dan mencintai sesama saudara muslim, maka ia akan rela membagi bahkan lebih dari sekedar membagi zakat penghasilan biasa, ia akan berusaha untuk menafkahkan anugerah Allah kepada sesama muslim tanpa rasa takut habis, takut kedudukannya direbut, atau hal-hal lain yang timbul akibat rasa angkuh, kikir, dan sombong.

Marilah kita berusaha untuk meningkatan derajat keimanan kita, agar meraih kemurnian dan keteguhan iman yang sebenarnya.

Alm. KH. Ahmad Nahrawi


Labels: