kepala dan hidung

Mengusap Kepala adalah menjalankan tangan ke bagian yang diusap dengan membasahi tangan terlebih dahulu dengan air.

Kepala dimulai dari batas tumbuhnya rambut di bagian dahi ke arah belakang hingga ke bagian belakang kepala.
Terdapat perbedaan dalam beberapa hadits tentang tata cara mengusap kelapa sebagai berikut:

1) Dari Ali bin Abi Thalib ra tentang sifat wudhu
rasulullah SAW berkata, "Dan beliau menyapu kepalanya sekali saja. (HR Abu Daud)

2) Dari Abdullah bin Zaid bin 'Ashim tentang wudhu nabi, berkata, "Dan beliau mengusap kepalanya kemudian meletakkan tangannya di bagian depan kepala lalu menggesernya ke bekalang. (HR Bukhari Muslim)

3)
Dalam lafadz yang lain, "Beliau memulai mengusap dari depan kepalanya lalu membawa kedua tangannya itu ke bagian belakang kepala (qafa), kemudian mengembalikan kedua tangannya ke tempat semula.

Dari sekian banyak dalil, para ulama kemudian berijtihad untuk menarik kesimpulan. Memang ada sedikit perbedaan dalam kesimpulan yang dikemukakan oleh masing-masing sebagai berikut:

Al-Hanafiyah, mengatakan bahwa yang wajib diusap tidak semua bagian kepala, melainkan sekadar bagian dari kepala. Yaitu mulai ubun-ubun dan di atas telinga.
.

Al-Malikiyah, berpendapat bahwa yang diwajib diusap adalah seluruh bagian kepala.

Al-Hanabilah
berpendapat bahwa yang diwajib diusap adalah seluruh bagian kepala dan membasuh pula kedua telinga belakang dan depannya. Sebab menurut mereka kedua telinga itu bagian dari kepala juga.bersandarkan kepada hadits Ibnu Majah: Dua telinga itu bagian dari kepala. Namun yang wajib hanya sekali saja, tidak tiga kali.

Asy-syafi`iyah,
mengatakan bahwa yang wajib diusap dengan air hanyalah sebagian dari kepala, meskipun hanya satu rambut saja.
besandarkan kepada hadits Al-Mughirah: Bahwa Rasulullah SAW ketika berwudhu mengusap ubun-ubunnya dan imamahnya (sorban yang melingkari kepala).

Perbedaan yang terdapat antara madzhab-madzhab diatas adalah hal yang wajar dan manusiawi. sepatutnya hal demikian tidaklah menjadi kendala atau bumerang dalam melakukan wudhu, sebab semua pendapat diatas berdasarkan dalil yang shohih.

adapun mamsukan air kedalam hidung adalah sunnah dalam wudhu. kita disunnahkan agar memasukan air - istinsyaq - dan mengeluarkannya - istintsar- . hal ini berdasarkan kepada hadits
Dari Humran ra bahwa Utsman ra .

sekian walahu A'lam

Amirah A. Nahrawi


Labels: ,