Air yang digunakan untuk wudhu



Air secara umum para ulama mengatakan bahwa hukum asalnya air adalah mutlak, artinya suci mensucikan, selama air itu tidak tercampur dengan
benda lain yang merubah pada sifat-sifat air yaitu tidak berwarna, tidak beraroma dan tidak mempunyai citarasa, maka hukum air itu tidak berubah dari suci menjadi najis.

Namun apakah hukumnya bila air mengalami perubahan pada warna, rasa, atau aromanya? dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu air yang jumlahnya sedikit, dan air yang jumlahnya banyak:

Air yang jumlahnya sedikit : minimum air yang dapat dipakai untuk berwudhu adalah 2 qullah (270 liter) berdasarkan kepada hadits rasulullah SAW :

Dari Abdullah bin Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila jumlah air mencapai 2 qullah, tidak membawa kotoran." Dalam lafadz lainnya,"Tidak membuat najis." (HR Arbaah: Abu Daud, Nasai, Tirmizi dan ibnu Majah)

namun bila air tersebut terkena najis, dan berubah aroma, warna dan rasanya. maka air itu tidak dapat dipakai untuk berwudhu karena tidak menjadi suci dan otomatis tidak mensucikan.


Air yang jumlahnya banyak: air yang telah melebihi batas minimum di atas adalah air mutlak yang suci dan mensucikan, karena jumlah air suci lebih banyak dari jumlah najis yang menimpanya. kecuali air yang bersifat najis pada zatnya yaitu seperti tempat penambungan limbah pabrik, limbah rumah sakit atau kotoran hewan. tidak dapat dipakai untuk menyucikan karena zatnya tidak suci dan merupakan najis.

sekian wallahu a'lam


Amirah A. Nahrawi

Labels: ,