Opini - Pentingnya Dzikir

Sebesar Apakah Manfaat Dzikir?

Dzikir adalah makanan pokok bagi setiap mu'min, yang jika dilupakan maka hati seseorang akan berubah menjadi kuburan dan tidak bernyawa. Dzikir juga diibaratkan seperti bangunan dan tanpa dzikir, sebuah bangunan akan hancur Dzikir juga merupakan senjata bagi musafir untuk menumpas para perompak jalanan. Rasulullah sawmenggambarkan perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah seperti orang yang hidup, sementara orang yang tidak berdzikir kepada Allah sebagai orang yang mati:

عَنْ أَبِي مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الذِّي يَذْكُرُ رَبَّهُ
وَالذِّي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir, adalah seumpama orang yang hidup dan mati." (HR. Bukhari)

Dalam FirmanNya Allah swt menyebutkan ketenangan yang akan diraih seorang mu'min bila melakukan dzikir kepadaNya :

الذِّيْنَ آمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

" orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan dzikir kepada Allah. Ingatlah bahwa hanya dengan dzikir hati menjadi tenang."

Bahkan dalam ayat lain, Allah swt memanggil roh- seorang hambaNya dengan :

يأيتها النفس المطمئنة ارجعى الى ربك راضية مرضية فادخلى فى عبادى وادخلى جنتى

"Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabmu dalam kondisi ridha dan diridhai. Maka masuklah kamu dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah kamu dalam surga-Ku." (Al-Fajr, 27-30)

sungguh teramat besar manfaat dzikir bagi manusia. dimana seseorang mendapatkan ketenangan, kebahagian, terlindungi dari segala kedzaliman dunia dan tercegah lah untuk melakukan kemungkaran.

Dzikir adalah seuntai kata yang diucapkan seorang mu'min begitu lembut, begitu ringat tapi memenuhi tingkatan langit dan bumi dengan cahaya, ibarat orang yang berjalan diiringi cahaya dari atas, bawah, kiri dan kanannya.

Dzikir merupakan ibadah hati dan lisan, yang tidak mengenal batasan waktu. Bahkan Allah menyifati ulil albab, adalah mereka-mereka yang senantiasa menyebut Rabnya, baik dalam keadaan berdiri, duduk bahkan juga berbaring. Oleh karenanya dzikir bukan hanya ibadah yang bersifat lisaniah, namun juga qolbiah. Imam Nawawi menyatakan bahwa yang afdhal adalah dilakukan bersamaan di lisan dan di hati. Sekiranyapun harus salah satunya, maka dzikir hatilah yang lebih afdhal. Meskipun demikian, menghadirkan maknanya dalam hati, memahami maksudnya merupakan suatu hal yang harus diupayakan dalam dzikir.

Rasulullah saw bertanya kepada para sahabatnya : Apakah kalian ingin saya mengajarkan kalian 2 kalimat yang sangat ringat bila diucapkan namun sangat berat bila ditimbang? sahabat menjawab: iya wahai rasulullah. Rasulullah saw bersabda: Subhanna Allahi wabihamdihi Subhana Allahil Adzim wabihamdihi.

Jelaslah bahwa dzikir sangat dicintai oleh Allah swt, diman dapat membuka pintu antara Allah dengan hambanya, tiada lagi hambatan, rintangan, haluan yang menghalau. betapa besar manfaat dzikir bagi manusia di dunia dan kelak di akhirat.

Imam Nawawi menyarankan agar dalam melakukan dzikir. agar memperhatikan adab berdzikir yaitu: hendaknya menghadap kiblat, posisi duduk yang menggambarkan kekhusyu'an dan ketakutan kepada Allah, menundukkan kepala, kemudian tempat yang digunakan untuk berdzikir hendaknya bersih dan sunyi, lebih afdhal juga jika seseorang dalam keadaan suci. Adapun jika berada pada suasana diluar masjid dan rumah, maka paling tidak keikhlasan, dan ketundukkan diri pada Allah SWT.

Dzikir adalah suatu hal yang paling indah dalam kehidupan fana ini. Oleh karenanya, sesungguhnya tidak ada alasan apapun, yang membolehkan seorang muslim meninggalkan dzikir. Justru semakin seorang muslim tenggelam dalam kelezatan dzikir, semakin pula ia rindu dan rindu pada Dzat yang di sebutnya dalam dzikirnya. Dan jika seorang hamba rindu pada Khlaiqnya, maka Sang Khaliq pun akan rindu padanya. Rasulullah SAW mengatakan, "barang siapa yang merindukan pertemuan dengan Allah, maka Allahpun merindukan pertemuan dengan-Nya…. Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang senantiasa Engkau rindukan…. Amiiin.

A.A.N



Labels: