Malu adalah salah satu cabang iman

قال الإمام البخارى رحمه الله حدثنا عبد الله بن محمد قال حدثنا أبو عامر العقدى قال حدثنا سليمان بن بلال عن عبد الله بن دينار عن أبى صالح عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم قال: الايمان بضع وستون شعبة والحياة شعبة من الإيمان

Artinya : Imam Bukhari berkata: diriwayatkan oleh 'Abdullah bin Muhammad dari 'Abu 'Amer al-'Aqdi dari Sulaiman bin Bilal dari 'Abdullah bin Dinar dari Abi Shaleh dari Abu Hurairah bdari rasulullah saw berabda: Iman memiliki lebih dari enampuluh cabang dan perasaan malu termasuk salah satu cabang iman.

Keterangan Rawi
1) Abu Ja'far 'Abdullah bin Muhammad 'Abdillah bin Ja'far bin al-Yaman al-Jufri al-Bukhari al-Musnadi: ia mendengar hadis dari waqi' dll. meninggal dunia pada tahun 229H. dari al-Kutubussitah hanyalah Bukahri yang meriwayatkan darinya.

2) Abu 'Amer Abudl Malik bin 'Amer bin Qaiys al-'Aqadi al-Bishri, ia mendengar hadits dari Imam Malik dan lainnya. ia diakui kebesarannya dalam meriwayatkan hadits oleh Imam Ahmad , meninggal dunia pada tahun 205 H.

3) Abu Muhammad atau Abu Ayub Sulaiman bin Bilal al-Qurasyi at-Taimi al-Madani; ia mendengar hadits dari para tabi'in dan hadits nya banyak diriwayatkan oleh Mubarak dan lainnya, Imam Buhari meriwayatkan bahwa ia meninggal dunia pada tahun 177H.

4) Abu ar-Rahman 'Abdullah bin Dinar al-Qurasyi al-'Adawi al-Madani; haditsnya banyak diriwayatkan oleh anaknya 'Abdurrahman , meninggal dunia tahun 127 H.

5) Abu Shaleh zakwan as-Samman az-Zayyat al-Madani; ia meriwayatkan hadits dari beberapa sahabat dan tabi'in ; meninggal pada tahun 101H.

6) Abu Hurairah; nama aslinya menimbulkan lebih dari 30 pendapat meskipun yang terekat adalah 'Abdullah atau 'Abdurrahman bin Sakher ad-Dusi, ia adalal pemimpin para sahabat yang tinggal dan bermukim di masjid nabawi, masuk islam pada perang khaibar tahun 74 H . hadits yang diriwayatkan sebanyak 5374 hadits . meninggal di madinah tahun 59H pada usia 78 tahun
Keterangan Teksnya

Hadits ini menunjukkan alangah banyaknya cabang-cabang Iman hingga mencapai . 60 sekian , kata (Bid'un) menimbukan banyak pendapat ada yang mengatakan 3-5, ada pulan yang berpendapat 3-9 dan ada yang berpenapat 2-10. meskipun demikian maka kesimpulan kata tersebut adalah cabang-cabang iman memiliki 60 sekian cabang dalam hadits ini, karena ada riwayat hadits lain yang menyebutkan 70 sekian cabang.

Bila kita encermati dan mengamati dengan seksama, akan kita simpulkan bahwasanya iman itu apat mengalami pasang surut, kadang kala mencapai puncaknya dan kadang kala pula mencapai dasarnya.

Malu dalam hadits ini adalah malu yang tepat, bijak, objektif dan konstruktif bukan sembarang malu, apalagi malu yang mambawa kepada kejahilan, kemunduran, dan kezaliman.

Dapat di artikan bahwasanya malu yang dimaksud dalam hadits ini adalah malu yang membawa kemurnian dan ketinggian rohani dan jasmani, mendorong kepada kebaikan dan mencegah terjadinya kemungkaran. Malu inilah yang disebutkan oleh rasulullah saw.

Bilamana seorang muslim mengalami rasa malu, hendaklah ia melihat dan mencermati terlebih daluhu, apakah malunya itu akan membawanya kepada kemajuan, kebaikan atau kesengsaraan dan kesesatan?

Sebagai contoh yang konkrit tentang rasa malu yang akan membawa kepada kemunduran dan kejahilan.... para wanita pada umumnya malu untuk menanyakan hal-hal yang sangat peribadi kepada rasulullah saw... -
bukankah hal demikian akan membawa kepada kejahilan? - akan tetapi diantara wanita-wanita tersebut ada yang tidak malu untuk bertanya mengenai hal-hal pribadi seorang wanita dengan alasan bahwasanya tiada malu dalam masalah agama - bukankah pendapat ini akan membawa kepada kemajuan dan pengetahuan? -

Wanita-wanita seperti inilah yang membawa hukum wanita sampai saat ini yang dikenal sekarang dengan Fiqhunnisa' . bilamana semua wanita malu, maka tidak akan ada pengetahuan menyangkut masalah haid, nifas dll.


Alm.KH.A. Nahrawi


Labels: