Kisah - Nabi Ahlul Qaryah


Allah SWT menceritakan kisah nabi-nabi yang diutus kepada suatu desa - tanpa disebutkan nama kedua nabi tersebut - yang tertera pada surah Yasin :

{قَالُوا مَا أَنتُمْ إِلاَّ بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَا أَنزَلَ الرَّحْمن مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ تَكْذِبُونَ}.

Mereka menjawab: sesungguhnya kalian adalah manusia biasa seperti kita, dan sesungguhnya Maha Pemurah tidak menurunkan wahyu kepada kalian, kalian adalah orang-orang pembohong.

Dengan sombong dan angkuh mereka menolak da'wah kedua nabi tersebut, dan mengatakan seharusnya nabi memeliki sesuatu yang lebih dari pada manusia, nabi tidak semestinya manusia biasa akan tetapi manusia yang memiliki berbagai keistimewaan.

Kedua nabi tersebut, tetap menyiarkan da'wahnya tanpa memperdulikan ancaman dan bantahan orang-orang kafir, sebagaiman diterangkan dalam surah Yasin :

{قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ}

Mereka berkata: terserahlah apa mau kalian, yang berarti silahkan lah kalian berbuat sesuai kehendak dan keinginan kalian sesungguhnya manusia menerima ganjaran dari amal perbuatannya sendiri.

hingga pada suatu hari orang-orang kafir sepakat untuk membunuh mereka, karena dianggap menggangu ketenangan dan stabilitas masyarakat. hal ini dikisahkan pula dalam surah Yasin :

{لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ}.

Sesungguhnya kami akan merajam kalian dan akan ditimpa atas kalian siksa yang pedih.

Kedua nabi menjawab :

{أَئِن ذُكِّرْتُم بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ}

Inikah balasan kalian, karena kami memperingatkan kalian dan mengajak kalian beriman kepada Allah? sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang melampaui batas.

Da'wah mereka hanya membuahkan seorang mu'min yang datang dari desa mencari kebenaran berita kenabian yang didengarnya, hatinya terbuka akan tauhid kepada Allah SWT .

Tidak disebutkan nama orang yang beriman itu, akan tetapi yang dikisahkan adalah perannya yang penting dalam membantu da'wah kedua nabi itu, mengajak orang-orang beriman kepada Allah SWT dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan yang mereka lakukan.

Iapun membenarkan da'wah kedua nabi itu dan mengajak orang-orang agar beriman dengan kepada Allah dengan metodhe berfikir secara logika mana yang benar dan patut diikuti dan mana yang salah dan patut ditinggalkan. hal ini di terangkan dalam surah Yasin :

{إِنِّي آمَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ} !

Sesungguhnya saya beriman dengan TuhanMu - Allah - maka dengarkan, yang artinya saya beriman dengan Tuhan yang menciptakan kalian maka dengarkanlah ajakanku dan tingglkanlah kesesatan.

Mendengar da'wah orang ini, maka kaum kafir semakin marah dan membunuh orang tersebut - tidak dikisahkan dalam al-Qur'an secara langsung, namun diriwayatkan oleh beberapa ulama salaf -. ketika dibunuh keluar dari tubuhnya harum yang tiada tandingannya, dan iapun dimasukkan surga Allah SWT sebagaiman Allah mengkisahkannya :

{قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ.. بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ}.

Diserukan kepadanya -oleh Malaikat- Masuklah engkau ke dalam surga, ia berkata: Andaikan kaumku mengetahui apa yang menimpaku, aku di ampuni dosanya oleh Rab ku dan diangkatnya derajatku bersama orang-orang yang dimuliakan

Ketika tiada lagi yang beriman, Allah menurunkan AdzabNya berupa teriakan yang teramat dahsyat hingga mematikan mereka sekaligus.

{وَمَا أَنزَلْنَا عَلَى قَوْمِهِ مِن بَعْدِهِ مِنْ جُندٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ.. إِن كَانَتْ إِلاَّ صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ}.

Begitulah hal orang-orang yang tidak beriman kepad Allah, Allah menurunan adzab yang teramat dahsyat, bahkan adzab itupun tidak berupa siksaan yang lama masanya akan tetapi cukup dengan adzab yang singkat ketimbang derajat mereka yang rendah di sisi Allah.

sekian walahu A'lam

Amirah A. Nahrawi


Labels: