Al-Qur’an dan kelahiran Muhammad saw



Ada pertanyaan yang selalu diutarakan oleh banyak orang, yaitu: mengapa al-Qur’an tidak menyebutkan kelahiran Muhammad saw sebagaimana al-Qur’an telah menyebutkan kelahiran Isa as dan Aadam as?

Perlu diketahui bahwasanya al-Qur’an hanya menyebutkan hal-hal yang mengandung pelajaran dan mu’jizat, sedangkan kelahiran adalah hal biasa. oleh karena itu, al-Qur’an menyebutkan kelahiran Isa as yang telah dilahirkan tanpa ayah, hal demikian menunjukkan kebesaran dan Kekuasaan Allah atas penciptaan alam semesta beserta isinya.

Sebagaimana dapat ditemukan dalam Surah Maryam # 19-21 :

قال إنما أنا رسول ربنك لأهب لك غلام زكيا – قالت أنى يكون لى غلام ولم يمسسنى بشر ولم أك بغيا – قال كذلك قال ربك هو على هين ولنجعله آية للناس ورحمة منا وكان أمرا مقضيا.

(Malaikat Jibril berkata kepada Maryam: sesungguhnya aku hanyalah utusan TuhanMu untuk memberimu seorang laki-laki yang suci. Maryam berkata: bagaiman aku akan mempunyai seorang anak laki-laki sedangkan aku tidak pernah disentuh oleh manusia dan aku bukanlah seorang pelacur. Jibril berkata: demikianlah tuhanmu berfirman: Hal itu adalah sangat mudah begiKu, dan agar kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami dan hal itu merupakan suatu perkara yang sudah diputuskan.

Dan firman Allah swt pada surah al-Qashash # 7

واوحينا إلى موسى أن أرضعيه فإذا خفت عليه فألقيه فى اليم ولاتخافى ولاتحزنى إنا رادوه إليك وجاعلوه من المرسلين

(dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; susuilah dia dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia disungai -Nil- dan janganlah engkau khawatir ataupun bersedih sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan akan menjadikannyya seorang Rasul)

Kejadian masa kanak-kanak Musa as diceritakan dalam al-Qur’an agar menjadi pelajaran bagi seluruh alam semesta, dimana Kekuasaan Allah telah menyelamatkannya dari pembunuhan pada masa Fir’aun bahkan menunjukkan KeagunganNya dengan mnjadikannya seorang Rasul.

Akan tetapi bila kita selidiki dan amati dengan seksama, dan kita tinjau lebih mendalam, maka akan kita temukan bahwasanya Muhammad rasulullah akan dilahirkan sebagai pentup para nabi. Bahkan banyak bangunan yang didirikan sebagai penghormatan dan pemyambutan bagi dirinya dan ummatnya. Sebagaimana firman Allah swt surah al-Baqarah # 129 :

ربنا وأبعث فيهم رسولا منهم يتلوا عليهم ءاياتك ويعلمهم الكتاب والحكمة ويزكيهم إنك أنت العزيز الحكيم.

( Nabi Ibrahim dan Isma’il berdo’a: wahai Tuhan kami, bangkitkanlah untuk mereka seseorang dari mereka yang membacakan kepada mereka kitabMu dan mengajarkan sunahMu serta menyucikan mereka, sesungguhnya engkau maha Perkasa lagi Maha Bijaksana)

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya satu satunya rasul yang berasal dari keturunan Ibrahim dan Isma’il adalah nabi Muhammad saw, isyarat yang kita terima ini, adalah isyarat tidak langsung yang disyaratkan kepada ummat manusia.

Dan dalam surah ash-Shaf # 6 disebutkan :

وإذ قال عيسى ابن مريم يابنى إسرائيل إنى رسول الله إليكم مصدقا لما بين يدى من التوراة ومبشرا برسول يأتى من بعدى اسمه أحمد

(Isa Ibnu Maryam berkata: wahai Kaum Israil sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian mempercayai taurat (yang telah diturunkan kepada Musa) dan membawa berita gembira bahwasanya ada seorag rasul yang akan datang setelahku bernama Ahmad)

Ayat ini member isyarat secara langsung kepada ummat manusia bahwasanya ada seorang rasul yang akan datang dan menjadi penutup para rasul.

Dan sebagai bukti kuat; dua kejadian besar yang terjadi pada tahun yang sama yaitu peristiwa gajah yang dipimpin oleh Abrahah dan kelahiran Muhammad saw. Kedua peristiwa yang sangat bertentangan ini tidak mungkin terjadi begitu saja, kedua peristiwa ini mengungkapkan bahwasanya Allah swt berduat demikian pada Abrahah yang sombong dan angkuh serta zolim sebagai penyambutan atas kelahiran Muhammad yang akan menyiarkan Islam dengan berani, penuh keyakinan dan bertawakal.

Dan bukti terkuat diantara bukti-bukti kuat lainnya adalah pemindahan arah qiblat dari Baitul-Maqdis ke Baitul-Haram. Perlu diingat bahwasanya tidak terdapat satu ayatpun dalam al-Qur’an yang memerintahkan rasul selain Muhammad agar sholat menghadap Ka’bah.

Buku Muhammad saw Dalam al-Qur’an

Karangan KH. DR. Ahmad Nahrawi

Labels: